Karhutla Meningkat, Dinkes Balangan Pastikan Belum Ada Laporan Kasus ISPA

M Dirga • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:38 WIB
ANTISIPASI ISPA: Karhutla di Kabupaten Balangan yang mulai diwaspadai karena mempengaruhi tingkat kualitas udara. (TRC BPBD untuk Radar Banjarmasin)
ANTISIPASI ISPA: Karhutla di Kabupaten Balangan yang mulai diwaspadai karena mempengaruhi tingkat kualitas udara. (TRC BPBD untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Fenomena cuaca panas esktrem yang terjadi belakangan ini memicu peningkatan intensitas kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Balangan. Tingginya frekuensi titik api tersebut berisiko mencemari udara dan mengancam kesehatan pernapasan warga setempat.

Kondisi udara yang rentan terpapar sisa pembakaran lahan berpotensi memicu lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Merespons ancaman tersebut, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan langsung melakukan pemantauan ketat terhadap tren penyakit di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Balangan, Ahmad Sauki menyatakan bahwa hingga pertengahan Agustus ini, grafik penyakit pernapasan di Bumi Sanggam masih terpantau sangat stabil dan terkendali.

"Kalau dari dinas, kami masih belum mendapat laporan dari lapangan. Dari sisi surveilans epidemiologi juga sejauh ini belum ada lonjakan kasus ISPA," terang Sauki, Rabu (19/8).

Meskipun catatan kasus masih nihil, ia mewanti-wanti masyarakat agar tidak lengah menyikapi potensi paparan polusi saat rentetan karhutla terjadi. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih krusial dibandingkan harus menunggu adanya warga yang jatuh sakit.

"Kami imbau warga untuk bisa mengurangi aktivitas di luar rumah, atau memakai masker saat terpaksa keluar rumah," tegasnya.

Sauki juga menyoroti kebiasaan sebagian warga yang gemar berolahraga di luar ruangan pada sore atau malam hari. Menurutnya, aktivitas fisik yang dilakukan di tengah ancaman sisa pembakaran lahan justru merugikan kondisi paru-paru.

"Kalau udara di sekitar kurang baik, kalau bisa jangan olahraga terlebih dahulu. Karena meskipun kita olahraga tapi terpapar asap, itu jadi tidak sehat," tambahnya.

Ia memastikan seluruh puskesmas di Kabupaten Balangan disiagakan penuh untuk melayani warga yang merasakan gejala gangguan pernapasan. Penanganan medis tersebut sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah tanpa membebani biaya pasien.

"Pengobatan ISPA di puskesmas itu gratis yang dibiayai BPJS. Jadi masyarakat jangan takut untuk berobat ke puskesmas terdekat," pungkasnya.



Editor : Arif Subekti
berpotensi memicu masalah kesehatan karhutla Balangan dinas