Kebakaran terjadi pada Senin (17/8/2026). Kobaran api mulai diketahui sekitar pukul 16.00 Wita dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.30 Wita.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan lahan yang terbakar merupakan kawasan semak belukar. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
"Penyebab kebakaran masih belum diketahui," ujarnya, Selasa (18/8/2026) pagi.
Begitu menerima laporan, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tapin bersama Posko Gabungan, TNI, Polri, TRT, dan relawan BPK berjibaku memadamkan api.
Petugas mengerahkan unit tangki dan mesin portable untuk menjinakkan kobaran sekaligus mencegah api merambat ke area lainnya.
Setelah berjam-jam dilakukan pemadaman, seluruh titik api akhirnya berhasil dikendalikan.
"Untuk titik api sudah berhasil dipadamkan. Kondisi saat ini sudah aman," kata Muhammad Nor.
Meski api telah padam, BPBD Tapin masih melakukan pemantauan di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama di tengah kondisi lahan yang kering selama musim kemarau.
BPBD Tapin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, termasuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pasalnya, api di lahan kering dapat dengan cepat merambat dan meluas ke kawasan lainnya.
Editor : Eddy Hardiyanto