Kebakaran Hanguskan Sejumlah Rumah di Jalan Prona II Banjarmasin, Kejadian Ketiga Dalam Dua Bulan

Zulvan Rahmatan • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:42 WIB
HANGUS: sejumlah rumah termasuk hunian petak enam pintu di Gang Pirus III, Jalan Prona II, Banjarmasin Selatan ludes terbakar, Sabtu (15/8/2026) pagi.(Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
HANGUS: sejumlah rumah termasuk hunian petak enam pintu di Gang Pirus III, Jalan Prona II, Banjarmasin Selatan ludes terbakar, Sabtu (15/8/2026) pagi.(Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Prona II, Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan, Sabtu (15/8/2026) pagi. Akibatnya, sejumlah rumah dan tempat tinggal ludes akibat diamuk si jago merah.

Informasi kebakaran berkembang cepat sekitar pukul 09.00 Wita. Warga baru geger setelah mengetahui munculnya tanda-tanda kebakaran dengan kemunculan asap yang kian membesar. Bahkan, asap berwarna abu pekat terpantau membumbung tinggi ke atas.

“Saya sedang berjualan di depan, awalnya lihat asap kecil. Curiga sepertinya di wilayah saya tinggal. Setelah didatangi posisi api sudah membesar,” ujar Aldiansyah, warga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi kebakaran. 

Kebakaran baru bisa dipadamkan setelah sekitar satu jam berselang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api disebut-sebut berasal dari rumah petak dengan enam pintu yang berada di Gang Pirus III. Saat itu, seluruh pemilik dikabarkan sedang tidak berada di tempat.

Data yang dihimpun Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banjarmasin, terdapat rumah petak dengan enam pintu menjadi arang. 

Selain itu, sejumlah rumah di sekitar juga terdampak. Tiga rusak berat, sedangkan satu rusak ringan. Sebagian berada bersebelahan di Gang Kasturi II.

Sementara, musibah ini berdampak pada 10 Kepala Keluarga (KK) dengan total keseluruhan 33 jiwa. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dari insiden tersebut.

“Tidak ada korban jiwa,” kata Ketua RT 19, Asmadi Noor. Menariknya, ini bukan insiden pertama yang terjadi di RT 19. 

Asmadi menyebut dalam kurun waktu dua bulan ke belakang, sudah terjadi tiga kali insiden kebakaran di wilayahnya. Selama itu, ia sendiri belum pernah tahu pasti mengenai pemicu kebakaran.

Jika penyebab kebakaran atau dugaannya diperoleh, menurutnya, hal tersebut bisa menjadi modal penting bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau perlu melakukan pembenahan terhadap fasilitas yang rawan terbakar seperti arus kelistrikan.

“Sudah tiga kali dalam dua bulan ini. Saya juga bingung mengapa. Kalau kita tahu, warga bisa didorong berbenah,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah bisa memberikan program pengecekan kelayakan aliran listrik di tempatnya. Mengingat, potensi arus pendek listrik cukup sering didengar menjadi pemicu maraknya kebakaran.

“Sejak 1982 warga sudah bermukim di sini. Mungkin arus kelistrikan yang harus menjadi perhatian,” harapnya.

Menurutnya, kebakaran menjadi insiden yang sangat merugikan bagi warga. Selain kehilangan harta benda, korban kebakaran juga terancam kehilangan tempat tinggal.

“Banyak kerugian warga. Mulai harta benda sampai tempat tinggal ikut kehilangan,” tandasnya.

Editor : Fauzan Ridhani
kawasan padat penduduk banjarmasin Kebakaran taruna siaga bencana si jago merah