Karhutla Bakar 50 Hektare Lahan di Pematang Karangan Hilir Tapin, Tim Gabungan Bergerak Semalaman

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:04 WIB

 

PEMADAMAN: Tim gabungan memadamkan karhutla di Desa Pematang Karangan Hilir, Tapin, hingga Kamis (13/8/2026) dini hari. (Foto: Pusdalops BPBD Tapin)
PEMADAMAN: Tim gabungan memadamkan karhutla di Desa Pematang Karangan Hilir, Tapin, hingga Kamis (13/8/2026) dini hari. (Foto: Pusdalops BPBD Tapin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membakar sekitar 50 hektare lahan di Desa Pematang Karangan Hilir, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Api berkobar sejak Rabu (12/8/2026) pukul 19.45 Wita hingga Kamis (13/8/2026) pukul 04.45 Wita.

 

Dari total lahan terbakar, sekitar 30 hektare merupakan semak belukar. Sedangkan 20 hektare lainnya merupakan perkebunan sawit milik masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Tapin Muhammad Nor mengatakan penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui.

"Untuk penyebabnya masih belum diketahui," ujarnya.

Dampak Karhutla

Kebakaran turut menghanguskan sejumlah lahan perkebunan milik masyarakat. Sedikitnya enam warga tercatat mengalami lahan terbakar dengan luas berbeda.

Lahan milik Idram terbakar sekitar dua hektare, Mastur dua hektare, Ibrahim tiga hektare, Hj Santi lima hektare, Hj Hikmah lima hektare, dan H Sadid sekitar tiga hektare.

Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan. Tim TRC BPBD Tapin bersama TNI, Polri, TRT, PMI, BAPARA, BALAKAR, dan masyarakat berjibaku memadamkan api.

Pemadaman dilakukan menggunakan unit tangki dan mesin portable. Luas area serta kondisi medan membuat penanganan dilakukan secara bersama-sama.

Api Padam Subuh

Setelah beberapa jam berjibaku, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan.

"Untuk titik api sudah berhasil dipadamkan. Kondisi saat ini sudah aman," kata Muhammad Nor.

BPBD Tapin tetap memantau lokasi bekas kebakaran untuk memastikan tidak muncul kembali titik api. Pemantauan dilakukan karena kondisi lahan masih kering di tengah musim kemarau.

Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
pemadaman karhutla karhutla Tapin kebakaran lahan Tapin Pematang Karangan Hilir lahan terbakar Tapin