Dua Rumah di HSU Ambruk akibat Pergeseran Tanah Bantaran Sungai

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:01 WIB

 

AMBRUK: Dua rumah warga di bantaran Sungai Sandung, Desa Sungai Sandung, HSU, ambruk akibat dugaan pergeseran tanah saat kemarau. Penghuni mengungsi dan barang dievakuasi. (Foto: Istimewa)
AMBRUK: Dua rumah warga di bantaran Sungai Sandung, Desa Sungai Sandung, HSU, ambruk akibat dugaan pergeseran tanah saat kemarau. Penghuni mengungsi dan barang dievakuasi. (Foto: Istimewa)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai - Dua rumah warga di bantaran Sungai Sandung, Desa Sungai Sandung, Kecamatan Sungai Pandan, Hulu Sungai Utara (HSU), ambruk setelah tanah di sekitar bantaran sungai diduga bergeser akibat kemarau dan turunnya debit air. Penghuni rumah terpaksa mengungsi.

 

Peristiwa itu terjadi bertahap pada Selasa (11/8). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Salah seorang pemilik rumah, Lily Herawati, 46, mengatakan bangunan rumahnya mulai mengalami hentakan sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, kondisi rumah belum terlalu parah.

Kondisi bangunan kemudian memburuk sekitar pukul 16.00 Wita. Bagian depan dan teras rumah mengalami penurunan hingga membuat bangunan miring ke arah bantaran sungai.

Dua Rumah Terdampak

Sebanyak dua rumah terdampak. Rumah pertama milik Lily Herawati, sedangkan rumah kedua milik Rudy Hartono, 56, seorang wiraswasta.

Rumah Lily dihuni tiga orang, sementara rumah Rudy dihuni tujuh orang. Para penghuni mengungsi ke rumah mertua yang berada tepat di depan lokasi kejadian.

Barang-barang yang masih bisa diselamatkan juga telah dievakuasi dari dalam rumah.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kapolsek Sungai Pandan Ipda Rudi mengatakan, dugaan sementara ambruknya rumah dipicu kondisi struktur tanah di bantaran sungai yang mengalami kemiringan.

“Kondisi tanah di bantaran sungai diduga mengalami pergeseran atau kemiringan akibat kemarau dan turunnya debit air,” ujarnya.

Polisi Pasang Garis Polisi

Ipda Rudi bersama personelnya telah mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan meminta keterangan dari sejumlah pihak.

Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Polisi juga mengingatkan penghuni agar berhati-hati jika hendak mengambil barang yang masih berada di dalam bangunan.

Kondisi bangunan dan tanah di sekitar bantaran sungai dinilai masih berpotensi membahayakan.

“Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka akibat ambruknya dua rumah milik warga di wilayah hukum kami,” tandasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
rumah ambruk HSU pergeseran tanah HSU Sungai Sandung rumah ambruk Sungai Sandung kemarau HSU