RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (KLH) Diaz Hendropriyono, mengingatkan seluruh kepala daerah di Indonesia meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Peringatan tersebut disampaikan menyusul potensi peningkatan risiko kebakaran akibat fenomena iklim ekstrem El Nino.
Diaz mengatakan, Menteri LH telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah sebagai langkah antisipasi. Pemerintah daerah diminta melakukan pencegahan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
“WMO sudah memberikan warning bahwa El Nino ini akan lebih gawat lagi. Artinya, kita harus antisipasi akan ada potensi kebakaran lain di TPA di seluruh Indonesia,” tegas Diaz.
Menurutnya, kebakaran di TPA memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran biasa.
Api dapat terlihat padam di permukaan, tetapi masih menyala di bagian bawah timbunan sampah.
Kondisi tersebut membuat kebakaran TPA berpotensi berlangsung lama dan sulit dipadamkan apabila tidak ditangani secara tepat.
Karena itu, kepala daerah diminta tidak hanya bertindak setelah kebakaran terjadi, tetapi memperkuat kesiapsiagaan dan langkah pencegahan sejak awal.
Ia juga mengingatkan aspek keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Warga yang tinggal di sekitar TPA berpotensi terdampak apabila kebakaran menghasilkan asap dan kualitas udara memburuk.
“Kami juga memberikan atensi kepada keselamatan para pekerja, para pemulung di sini, dan juga masyarakat sekitar,” ujarnya.
Sementara itu, TPA Basirih sempat tedampak kebakaran lahan yang terjadi pada Senin (10/8/2026) kemarin. Diduga, imbas dari aktivitas pembakaran sampah yang datang dari luar kawasan TPA.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, api mulai terdeteksi sekitar pukul 12.20 Wita. Sejurus itu, proses pemadaman dilakuan guna mencegah kebakaran meluas.
Kondisi cuaca yang panas dan berangin membuat api sempat menyebar ke area semak dengan cakupan sekitar 100 meter x 95 meter atau 0,95 hektare.
“Dampak kebakaran hanya mengenai lahan semak belukar. Api tiba-tiba menyala dan kemudian menyebar. Pemicunya belum diketahui,” tulis laporan tersebut, sebagaimana diterima Radar Banjarmasin, Selasa (11/8/2026).
Padahal, di Banjarmasin, status TPA Basirih tengah beristirahat akibat sanksi administratif berupa penghentian operasional dan penyegelan oleh KLH sejak 1 Februari 2025 lalu.
Meski bersih dari sampah dan kini tengah menghijau, TPA Basirih justru tak luput dari dampak insiden kebakaran lahan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Marzuki mengatakan, dengan kondisi sekarang, ia menampik bahwa TPA Basirih berpotensi memicu kebakaran, seperti halnya TPA produktif yang tengah aktif.
Marzuki memastikan, pengawasan di kawasan TPA Basirih tidak serta merta dihilangkan meski operasionalnya dihentikan.
Menurutnya, TPA Basirih masih dijaga petugas, termasuk dengan menyiagakan unit pompa dan melakukan pemantauan secara berkala di sekitar kawasan.
“TPA punya penjagaan, unit pompa siaga, petugas keliling memantau,” tegasnya.
Marzuki menegaskan, penghentian operasional bukan berarti aktivitas di TPA sepenuhnya berhenti.
Petugas tetap melakukan perawatan kawasan, menjaga kebersihan hingga pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bagian dari upaya memenuhi sanksi administratif.
“TPA ditutup bukan berarti habis. Petugas di sana tetap bekerja menjaga, merawat, pemeliharaan kebersihan hingga IPAL guna menyicil penyelesaian sanksi,” katanya.
Ia menyebut, kondisi kawasan TPA Basirih saat ini justru mulai menghijau setelah tidak lagi menjadi lokasi pembuangan sampah.
Marzuki juga memastikan pihaknya terus mengantisipasi potensi kebakaran, terlebih kawasan tersebut telah berulang kali menghadapi musim kemarau selama puluhan tahun.
“TPA kita ini malah menghijau dan sebenarnya tidak ada potensi mengenai gas metana. Sudah berpuluh tahun TPA ini, dan berkali-kali juga melewati kemarau dengan potensi ancaman kebakaran. Selama ini kita bisa menjaga supaya tidak terjadi insiden kebakaran,” pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby