Disdik Banjarmasin Panggil Guru Terkait Dugaan Pelecehan Siswa SD

Maulana Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Kadisdik Kota Banjarmasin Ryan Utama Putra menyampaikan perkembangan klarifikasi dugaan pelecehan siswa. (Foto: Maulana)
WAWANCARA: Kadisdik Kota Banjarmasin. Ryan Utama Putra menyampaikan perkembangan klarifikasi dugaan pelecehan siswa, Senin (10/8/2026).(Foto: Maulana/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Dugaan pelecehan seksual terhadap peserta didik di salah satu SD di Banjarmasin Tengah, belum menemui titik terang. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin masih melakukan klarifikasi dengan memanggil Kepala Sekolah dan guru yang diduga terlibat.

Pada Senin (10/8/2026), pihak sekolah juga menggelar pertemuan tertutup dengan orang tua siswa yang diduga menjadi korban, serta sejumlah pihak terkait.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.30 Wita itu berlangsung hingga sore. Tiga personel Intelkam Polresta Banjarmasin terlihat berada di sekolah dan memantau jalannya pertemuan.

Mereka berada di ruang tunggu, sementara pertemuan diikuti pihak sekolah dan sejumlah perwakilan.

Usai pertemuan, pihak sekolah maupun keluarga siswa enggan memberikan keterangan kepada awak media. Diduga, pertemuan tersebut membahas upaya penyelesaian persoalan secara kekeluargaan. Namun, hasilnya belum diketahui karena belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah.

Di tengah pertemuan, siswa yang diduga menjadi korban bersama adiknya juga terlihat berada di lingkungan sekolah.

Disdik Panggil Guru

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama Putra mengatakan pihaknya telah memanggil Kepala Sekolah serta pendidik atau guru yang diduga melakukan tindakan tersebut.

"Berkaitan dengan pemberitaan dan kejadian yang diduga pelecehan seksual terhadap peserta didik di salah satu sekolah di Kota Banjarmasin, tadi pagi secara resmi kepala sekolah beserta pendidik atau guru yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap salah satu murid sudah kami panggil," ujarnya.

Dari keterangan sementara yang diperoleh, Ryan menyebut kejadian tersebut diduga terjadi karena unsur ketidaksengajaan dari oknum pendidik.

"Dari keterangan yang kami dapat, memang kejadian yang diduga pelecehan seksual itu, berdasarkan keterangan sementara, hasilnya memang ada unsur ketidaksengajaan dari oknum pendidik," katanya.

Meski demikian, Disdik Banjarmasin tidak menjadikan keterangan sementara tersebut sebagai hasil akhir. Klarifikasi akan dilanjutkan dengan meminta keterangan dari orang tua dan peserta didik yang diduga menjadi korban.

Proses tersebut akan melibatkan tim DPK3A dan UPTD Perlindungan Anak. Disdik juga mengupayakan pendampingan tenaga ahli, termasuk psikolog dan bidang hukum yang tergabung dalam tim perlindungan anak.

"Kami akan mengonfirmasi kembali orang tua dan korban untuk meminta keterangan. Kami juga akan melibatkan tim DPK3A dan UPTD Perlindungan Anak. Mudah-mudahan bisa didampingi tenaga ahli, baik psikolog maupun bidang hukum yang termasuk dalam tim perlindungan anak," jelasnya.

Ryan mengatakan, pertemuan di sekolah pada hari yang sama juga menjadi bagian dari proses pengumpulan keterangan dari pihak-pihak terkait.

"Kami akan meng-update informasi itu kembali dan memanggil Kepala Sekolah, guru, serta para orang tua dan siswa untuk mendapatkan keterangan secara lebih komprehensif," tuturnya.

UPTD PPA Tunggu Perkembangan

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Banjarmasin, Susan, mengatakan pihaknya masih menunggu perkembangan kasus tersebut.

"Saya masih menunggu lagi," katanya.

Pengamanan di sekolah pada Senin itu juga terbilang ketat. Petugas keamanan bersama sejumlah pegawai berseragam Aparatur Sipil Negara (ASN) berjaga di depan pagar.

Setiap orang yang hendak masuk, termasuk wartawan, diminta menunjukkan tanda pengenal. (*)

Editor : M. Ramli Arisno
dugaan pelecehan siswa pelecehan siswa SD kasus pelecehan Banjarmasin perlindungan anak Banjarmasin Disdik Banjarmasin