RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Paringin - Rentetan musibah kebakaran yang menimpa bangunan tak berpenghuni di Kabupaten Balangan kembali berlanjut.
Sebuah rumah berkonstruksi kayu dengan ukuran sekitar sepuluh kali lima belas meter di Desa Mantimin RT 04, Kecamatan Batumandi, ludes dilalap si jago merah pada Jumat (7/8) tadi.
Bangunan milik almarhum Hamrani tersebut diketahui sudah terbengkalai dan tidak ditempati oleh keluarganya selama kurang lebih sepuluh tahun.
Kondisi material rumah yang seluruhnya terbuat dari kayu yang sudah mulai lapuk membuat kobaran api dengan cepat meratakan seluruh bangunan hingga seratus persen.
Baca Juga: Lupa Matikan Kompor, Tiga Kios di Cemara Raya Banjarmasin Terbakar
Kerugian materiil akibat kejadian nahas ini ditaksir mencapai Rp25 juta, tanpa adanya laporan korban jiwa.
Merespons insiden tersebut, aparat kepolisian dari Polsek Batumandi bersama Sat Reskrim Polres Balangan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah warga yang pertama kali menyadari munculnya kepulan asap.
Kapolsek Batumandi, Ipda Rudi memaparkan bahwa berdasarkan kesaksian warga sekitar, kobaran api diduga kuat bermula dari area dapur bangunan tersebut.
Warga yang panik kemudian bergegas memanggil masyarakat lain untuk mencoba melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum api benar-benar membesar.
Baca Juga: Patroli Satlantas Polres HSU di Malam Minggu ! Sasar Pelanggaran Lampu Strobo hingga Kendaraan ODOL
Dari hasil identifikasi awal di lapangan, didapati fakta bahwa semak dan pepohonan di sekitar bangunan dalam kondisi sangat kering, serta rumah tersebut sudah lama tidak dialiri listrik.
"Berdasarkan keterangan saksi, kobaran api diduga berasal dari bagian dapur. Penyebab pastinya belum diketahui dan saat ini masih dalam penyelidikan Sat Reskrim Polres Balangan dan Unit Reskrim Polsek Batumandi," tegas Ipda Rudi, Minggu (9/8).
Insiden di Desa Mantimin ini semakin menambah panjang daftar musibah serupa di wilayah Balangan.
Pekan lalu, peristiwa kebakaran berturut-turut juga telah menghanguskan dua unit rumah kosong di lokasi yang berbeda. Kondisi ini menuntut seluruh pihak untuk lebih proaktif mengawasi lingkungan sekitar, terutama membersihkan semak belukar di area bangunan terbengkalai yang rentan memicu titik api pada musim kering.
Editor : Sutrisno