Tiga Rumah dan Satu Gudang Terbakar di Tarungin Tapin, Satu Balita Sempat Sesak Napas

Rasidi Fadli • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 09:35 WIB
TERBAKAR: Petugas gabungan saat melakukan aksi pemadaman rumah yang terbakar.
Foto relawan 
TERBAKAR: Petugas gabungan saat melakukan aksi pemadaman rumah yang terbakar. Foto relawan 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Rantau – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Desa Tarungin RT 003, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Kamis (6/8/2026) malam sekitar pukul 20.00 Wita. 

Sedikitnya tiga rumah dan satu gudang hangus dilalap api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tapin, Mudo Harjuno, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 20.07 Wita melalui grup WhatsApp. Kobaran api dengan cepat membesar karena bangunan yang terbakar didominasi material kayu.

"Korban jiwa tidak ada. Namun satu balita mengalami sesak napas akibat menghirup asap dan telah dirujuk ke Puskesmas Binuang untuk mendapatkan penanganan medis," ujarnya, Jumat (7/8/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, rumah milik Sarlan mengalami kerusakan berat, sedangkan rumah milik Imansyah dan Joko dilaporkan terbakar hingga nyaris rata dengan tanah.  Rumah milik Tursilawati serta gudang milik H. Kadi sebagai objek yang terdampak. 

Mudo menjelaskan, api akhirnya berhasil dipadamkan oleh relawan pemadam dari Kecamatan Hatungun dan Binuang yang dibantu unsur Bapara Tapin serta Balakar Tapin.

Ia mengakui armada Damkar Tapin tidak dapat diberangkatkan ke lokasi. Unit mobil tangki dalam kondisi tidak memungkinkan menempuh medan menuju lokasi, sementara unit portable juga tidak dikirim setelah dilakukan penilaian cepat terhadap kondisi di lapangan.

"Hasil size up menunjukkan jarak cukup jauh dan sumber air di lokasi sangat terbatas. Di sisi lain, sudah ada bantuan suplai air menggunakan water tank milik perusahaan sehingga penanganan diserahkan kepada relawan di lapangan," jelasnya.

Untuk penyebab kebakaran, laporan awal Satpol PP dan Damkar menyebut masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan informasi sementara dari aparat di lapangan, api diduga dipicu korsleting listrik.

Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp380 juta hingga Rp400 juta.
Saat ini kondisi di lokasi telah dinyatakan aman, sementara aparat masih melakukan pendataan lanjutan sekaligus menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.

Editor : Arif Subekti
desa tarungin tiga rumah ludes pemukiman warga Kebakaran kabupaten tapin