Pemko Banjarbaru Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Sheilla Farazela • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 15:54 WIB
Suasana apel Siaga Darurat Karhutla 2026 (MC Banjarbaru) 
Suasana apel Siaga Darurat Karhutla 2026 (MC Banjarbaru) 

 
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Tahun 2026. Langkah strategis ini ditegaskan melalui Apel Siaga Bencana yang digelar di Lapangan dr. Murdjani, Banjarbaru, Selasa (4/8/2026).

‎Apel yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mewakili Wali Kota Banjarbaru tersebut diikuti ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan BPK/Damkar, serta Masyarakat Peduli Bencana (MPB).

‎Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Sirajoni menekankan pentingnya respons cepat dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi ancaman musim kemarau. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama agar dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.

‎"Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat. Dengan penetapan status siaga darurat ini, mobilisasi personel, peralatan, hingga anggaran dapat dilakukan lebih cepat. Jangan menunggu kebakaran membesar baru kita bergerak," tegas Sirajoni.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarbaru, Zaini, mengungkapkan bahwa hingga awal Agustus 2026, tercatat sebanyak 93 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai kurang lebih 627 hektare. Kawasan terbanyak berada di Kecamatan Landasan Ulin.

‎Terkait area vital Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Zaini mengonfirmasi hingga saat ini belum terdeteksi adanya titik panas (hotspot). Kondisi lahan di sekitar area tersebut masih terpantau hijau lantaran masih terdapat genangan air. 

‎Meski begitu, pihak BPBD Kota Banjarbaru terus berkoordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Kalsel untuk memelihara kebasahan lahan (rewetting).

‎"Kami terus memantau melalui Posko Bencana di tingkat kelurahan, seperti Guntung Payung, Syamsudin Noor, hingga Landasan Ulin Utara. Kami mengimbau masyarakat, khususnya di sekitar bandara, agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Bagi yang suka memancing, tolong jangan membuang puntung rokok sembarangan karena lahannya sangat terbuka dan mudah terbakar," ujar Zaini.

‎Ia menambahkan, setelah apel siaga ini, personel gabungan langsung disiagakan secara penuh melalui posko terpadu. Mengenai dukungan pemadaman udara (water bombing) dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dari pemerintah provinsi, Zaini menilai upaya tersebut masih sangat efektif dalam membantu membasahi wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.

‎"Jika ada lokasi yang tidak bisa dijangkau pemadaman darat, kami berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk pengerahan water bombing. Apalagi pengambilan airnya juga ada di area Landasan Ulin Selatan. Pelaksanaan TMC yang memicu hujan beberapa waktu lalu juga sangat membantu menjaga kondisi lahan tetap basah," pungkasnya.

Editor : M Oscar Fraby
siiaga darurat karhutla banjarbaru