Jasad Bayi Laki-laki Bertali Pusat Ditemukan di Sungai Negara, Polisi Lakukan Penyelidikan

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:36 WIB
PENEMUAN: Petugas kepolisian mengevakuasi jasad bayi laki-laki yang ditemukan di aliran Sungai Negara, Desa Keramat, Kecamatan Amuntai Selatan, Selasa (4/8/2026). (Foto: M.Akbar) 
PENEMUAN: Petugas kepolisian mengevakuasi jasad bayi laki-laki yang ditemukan di aliran Sungai Negara, Desa Keramat, Kecamatan Amuntai Selatan, Selasa (4/8/2026). (Foto: M.Akbar) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Warga Desa Keramat, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), digegerkan dengan penemuan jasad bayi laki-laki di aliran Sungai Negara, Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 10.40 Wita.

Jasad bayi tersebut ditemukan saat kondisi air Sungai Negara sedang surut akibat musim kemarau.

Warga yang berada di sekitar lokasi awalnya melihat benda mencurigakan mengapung di aliran sungai. Setelah didekati, benda tersebut ternyata merupakan jasad seorang bayi.

Baca Juga: DPRD Tanah Bumbu Cecar PLN soal Pemadaman Listrik, Ketua Dewan: 1.300 Ayam Saya Mati

Dari hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan telah meninggal kurang dari sepekan. Saat ditemukan, tali pusat bayi masih melekat pada tubuhnya.

Selanjutnya, jasad bayi dievakuasi dan dibawa ke RSUD Pambalah Batung Amuntai untuk menjalani visum.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Ps Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep membenarkan adanya penemuan tersebut. Saat ini, kata dia, penyelidikan masih dilakukan oleh petugas bersama Tim Inafis.

Baca Juga: Diawasi 24 Jam, Ada Tujuh Aturan di Siring Laut Kotabaru yang Wajib Dipatuhi Pengunjung

"Benar telah ditemukan jasad bayi. Saat ini masih dalam penanganan dan pemeriksaan Tim Inafis untuk dilakukan visum luar. Jika ada perkembangan lanjutan, akan kami sampaikan kembali," ujarnya.

Sementara itu, Nur warga Kota Amuntai, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya, bayi seharusnya tidak dibuang hingga meninggal dunia.

"Sedih sekali. Kalau memang tidak sanggup merawat, seharusnya bisa dititipkan ke panti atau diberikan kepada keluarga yang ingin mengadopsi. Sangat memprihatinkan," tuturnya.

Baca Juga: Kemarau Membuat Debit Air PDAM Kotabaru Turun, Warga Pusat Kota Terpaksa Antre Jadwal Keran Menyala

Hingga berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki penyebab kematian bayi serta menelusuri pihak yang diduga membuang jasad tersebut.

Editor : Sutrisno
HSU Amuntai jasad bayi