Tim Inafis Selidiki Dugaan Korsleting pada Kebakaran Enam Ruko Amuntai, Berawal dari Lantai Dua GraPARI

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:24 WIB

 

OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Hulu Sungai Utara melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kebakaran enam pintu ruko di Jalan Norman Umar, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (2/8/2026). (Foto: Istimewa)
OLAH TKP: Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Hulu Sungai Utara melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi kebakaran enam pintu ruko di Jalan Norman Umar, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (2/8/2026). (Foto: Istimewa)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai – Polisi menduga kebakaran yang menghanguskan enam pintu rumah toko (ruko) di Jalan Norman Umar, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (2/8/2026), dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Dugaan tersebut mengemuka setelah Tim Inafis Polres HSU melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Polisi masih memeriksa barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan sumber api.

Kapolres Hulu Sungai Utara AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Polres HSU Iptu Asep Hudzainur mengatakan, petugas gabungan dari Polres HSU dan Polsek Amuntai Tengah langsung melakukan serangkaian penyelidikan setelah kebakaran berhasil dipadamkan.

"Petugas gabungan Polres Hulu Sungai Utara dan Polsek Amuntai Tengah segera mendatangi tempat kejadian perkara, melakukan pengamanan lokasi, meminta keterangan para saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Identifikasi untuk melaksanakan olah TKP," ujar Asep.

Titik Api Diduga Berasal dari Lantai Dua

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan titik api diduga berasal dari lantai dua bangunan yang digunakan sebagai GraPARI Amuntai.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah peralatan elektronik yang hangus terbakar, di antaranya lemari pendingin, penanak nasi, dan perangkat CCTV portabel.

Selain itu, berdasarkan keterangan penyewa berinisial MHN, di ruangan tersebut terdapat satu sambungan listrik bercabang tiga yang digunakan untuk menghubungkan beberapa perangkat elektronik.

"Dugaan awal mengarah pada gangguan atau hubungan arus pendek listrik di lantai dua ruko. Meskipun demikian, petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran secara akurat," kata Asep.

Dalam olah TKP, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa potongan kayu meja kerja yang hangus, kabel listrik berbahan tembaga yang terbakar, serta perangkat CCTV portabel yang rusak akibat kebakaran.

Seluruh barang bukti itu akan diperiksa lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran.

Dua Bangunan Ruko Alami Kerusakan

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.30 WITA itu mengakibatkan dua bangunan ruko tiga lantai yang terdiri atas enam pintu mengalami kerusakan.

Bangunan milik AM yang difungsikan sebagai tempat tinggal sekaligus Bengkel Laban Motor diperkirakan mengalami kerusakan sekitar 40 persen.

Sementara bangunan milik DYP yang ditempati GraPARI Amuntai, Kayfa Service, dan Optik Rizki mengalami kerusakan sekitar 60 persen.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp170 juta.

Saksi Mendengar Suara Benda Terbakar

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui seorang saksi berinisial MG yang sedang menginap bersama dua rekannya di lantai dua Kayfa Service.

Menjelang waktu Subuh, MG mendengar suara seperti benda terbakar dari arah lantai dua GraPARI Amuntai. Ketiganya kemudian naik ke lantai tiga untuk memastikan sumber suara tersebut.

Dari atas bangunan, mereka melihat asap pekat dan kobaran api sudah membesar dari dalam ruangan GraPARI Amuntai.

Mereka segera keluar untuk meminta pertolongan kepada warga. Tak lama kemudian, relawan Barisan Pemadam Kebakaran Kabupaten Hulu Sungai Utara berdatangan dan berhasil mengendalikan api sekitar 30 menit kemudian sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain.

Polisi Imbau Periksa Instalasi Listrik

Polres Hulu Sungai Utara mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama di rumah, pertokoan, perkantoran, maupun tempat usaha.

Masyarakat juga diminta menghindari penggunaan sambungan listrik bertumpuk yang melebihi kapasitas stopkontak karena berpotensi memicu korsleting.

"Pastikan kabel, stopkontak, dan perangkat listrik dalam kondisi layak. Hindari penggunaan sambungan bertumpuk yang melebihi kapasitas. Peralatan elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari sumber listrik, terutama ketika tempat usaha ditinggalkan," imbau Asep.

Ia juga meminta masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau kepolisian apabila menemukan tanda-tanda awal kebakaran, seperti munculnya asap, percikan listrik, maupun bau kabel terbakar.

"Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Apabila terjadi kebakaran, segera keluar dari bangunan, bantu kelompok rentan, dan jangan kembali memasuki lokasi sebelum dinyatakan aman oleh petugas," tegasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
kebakaran ruko Amuntai olah TKP kebakaran Tim Inafis HSU Polres Hulu Sungai Utara korsleting listrik