RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Amuntai– Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Baru, Kecamatan Amuntai Selatan, Sabtu (1/8/2026) malam.
Kebakaran diketahui terjadi sebelum pukul 22.00 Wita. Setelah menerima laporan, personel TRC BPBD HSU langsung menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Selain membakar semak belukar, api juga melalap sejumlah pohon rumbia yang rantingnya telah mengering akibat musim kemarau. Kondisi tersebut membuat api lebih cepat merambat.
Proses pemadaman tidak berjalan mudah. Medan menuju titik kebakaran tidak dapat dilalui kendaraan operasional TRC sehingga personel harus mengangkut selang dan pompa portabel secara manual hingga ke lokasi, melalui jalan pertanian yang sedikit berlumpur.
Kesulitan lainnya adalah minimnya sumber air di sekitar lokasi. Akibatnya, proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan penanganan kebakaran di lokasi lain.
Kepala Pelaksana BPBD HSU H. Syamrani mengatakan, tim tetap berupaya maksimal agar api tidak meluas ke area lainnya.
"Personel kami langsung bergerak ke lokasi begitu menerima laporan. Kendala utama di lapangan adalah akses menuju titik api dan terbatasnya sumber air sehingga proses pemadaman agak memakan waktu," ujarnya, Minggu (2/8/2026).
Sementara itu, anggota TRC BPBD HSU, Dody Pramana Poetra, mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka kebun. Sedikit saja api yang tidak terkendali bisa memicu kebakaran yang lebih besar dan sulit dipadamkan," katanya.
BPBD HSU juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas.