Api Lahap Enam Ruko di Jantung Kota Amuntai, Lokasi Kebakaran di Kawasan Padat Pertokoan sekaligus Permukiman

M Akbar Radar Banjarmasin • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 09:03 WIB
MUSIBAH: Kompleks pertokoan di kawasan Simpang Empat Banua Lima Amuntai terbakar Minggu (2/8/2026).
MUSIBAH: Kompleks pertokoan di kawasan Simpang Empat Banua Lima Amuntai terbakar Minggu (2/8/2026).

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan di Jalan H. Dasri, Simpang Empat Banua Lima, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Minggu (2/8/2026) dini hari.

Sedikitnya enam unit rumah toko (ruko) tiga lantai hangus dilalap api. Bangunan yang terbakar ditempati sejumlah usaha, di antaranya toko perlengkapan ban dan ganti oli mobil, GRaPARI HSU, serta toko optik.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.40 Wita dan sempat membuat warga panik karena lokasi berada di kawasan padat pertokoan sekaligus permukiman.

Puluhan relawan pemadam kebakaran bersama petugas berjibaku memadamkan kobaran api. Setelah lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dikuasai sekitar pukul 06.44 Wita.

Kapolres HSU AKBP Agus Nuryanto melalui Kasi Humas Iptu Asep membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kebakaran kali ini tergolong besar karena menghanguskan sedikitnya enam unit ruko.

"Benar, terjadi kebakaran yang menghanguskan enam unit ruko. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," ujarnya.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Aparat belum dapat memastikan apakah api berasal dari arus pendek listrik atau faktor lainnya.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar HSU Asikin Noor melalui Edy Saputra mengatakan pendataan terhadap dampak kebakaran masih berlangsung.

"Saat ini masih dilakukan pendataan," katanya singkat.

Usai proses pemadaman, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus penyelidikan lebih lanjut.

Editor : Eddy Hardiyanto
Amuntai ruko Kebakaran