RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Aksi protes terhadap pemadaman listrik bergilir di Kalsel berlangsung dengan cara tak biasa. Massa Aliansi Masyarakat Kalimantan Selatan Bersatu membawa serta batu bara dan menghamburkannya di depan Kantor PLN UP3 Banjarmasin, Rabu (29/7).
Aksi simbolis tersebut menjadi bentuk kekecewaan masyarakat karena pemadaman listrik masih terus berulang. Padahal Kalsel dikenal sebagai salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Indonesia.
Massa menilai kondisi itu menjadi ironi. Di tengah melimpahnya sumber energi primer, masyarakat masih harus menghadapi gangguan listrik yang berdampak terhadap aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, hingga dunia usaha.
Koordinator aksi Muhammad Ramadhan Syarif mengatakan, batu bara yang dibawa dalam aksi merupakan simbol pertanyaan besar masyarakat terhadap penyebab pemadaman bergilir. Menurutnya, publik perlu mengetahui kondisi sebenarnya, apakah gangguan listrik disebabkan kerusakan mesin pembangkit atau persoalan pasokan batu bara. "Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai informasi yang diterima masyarakat berbeda dengan kenyataan," tegasnya.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta PLN memfasilitasi perwakilan demonstran dan media untuk meninjau langsung pembangkit listrik yang mengalami gangguan.
Ramadhan menyebut permintaan itu mendapat respons positif dari PLN. Manajemen berjanji akan menentukan jadwal kunjungan ke lokasi pembangkit dalam waktu 1x24 jam. "Untuk sementara kami cukup puas karena tuntutan kami diakomodasi. Tinggal menunggu realisasinya," ujarnya.
Namun, massa mengingatkan akan kembali melakukan aksi lebih besar jika komitmen tersebut tidak dipenuhi. Bahkan, mereka mengancam akan mendesak evaluasi terhadap pimpinan PLN yang dinilai tidak mampu menyelesaikan persoalan kelistrikan di Kalsel.
Menanggapi tuntutan tersebut, Assistant Manager Transaksi Energi Listrik PLN UP3 Banjarmasin, Akhyar Rifani memastikan pihaknya siap memfasilitasi permintaan masyarakat. PLN, kata dia, sedang melakukan koordinasi agar perwakilan massa dan awak media dapat melihat langsung proses pemulihan pembangkit yang mengalami gangguan. "Kami akan atur jadwalnya. Saat ini masih dikoordinasikan, dan kami upayakan terealisasi sesuai waktu yang dijanjikan," jelasnya.
Akhyar juga menyampaikan kondisi sistem kelistrikan mulai membaik. Dalam dua hari terakhir, durasi pemadaman bergilir berkurang dari sebelumnya lima hingga enam jam menjadi sekitar tiga hingga empat jam. Ia menegaskan PLN terus melakukan pemeliharaan pembangkit secara berkala, mulai dari pemeriksaan harian, mingguan, bulanan, hingga perawatan skala besar guna menjaga keandalan sistem listrik di Kalsel.(van/az/dye)