RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Hingga Juli 2026, tercatat tujuh kejadian dengan total lahan yang terbakar mencapai 18,65 hektare.
Mengantisipasi meluasnya kebakaran seiring musim kemarau, BPBD dan Damkar HST menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta personel pemadam selama 24 jam penuh.
Sekretaris BPBD dan Damkar HST Ahmad Apandi mengatakan, kondisi karhutla saat ini masih terkendali. Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena musim kemarau baru memasuki tahap awal.
"Situasi masih aman terkendali. Namun, kita tidak boleh lengah karena baru memasuki fase awal musim kemarau," ujarnya, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, seluruh personel dan peralatan telah dipersiapkan untuk memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secepat mungkin. Armada pemadam, pompa air, selang, tangki air, hingga perlengkapan pendukung lainnya dipastikan dalam kondisi siap operasi.
"TRC dan personel Damkar kami siagakan selama 24 jam. Seluruh peralatan sudah siap agar respons terhadap karhutla bisa dilakukan secepat mungkin," katanya.
Tujuh kejadian karhutla tersebut tersebar di Desa Hulu Rasau, Banua Binjai, Mahang Baru, Jamil, Awang, Binjai Pirua, dan Tungkup.
Sementara itu, berdasarkan peta rawan bencana, wilayah yang memiliki potensi tinggi terjadi karhutla meliputi Kecamatan Labuan Amas Selatan, Labuan Amas Utara, Batang Alai Utara, Pandawan, Barabai, Hantakan, dan Batang Alai Timur.
BPBD HST juga memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Manggala Agni, Dinas Kehutanan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga instansi terkait lainnya guna mempercepat pelaporan dan penanganan apabila terjadi kebakaran.
Ahmad Apandi mengakui tantangan utama di lapangan masih berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kebakaran serta medan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Apabila kondisi tidak memungkinkan dilakukan pemadaman dari darat, BPBD HST akan berkoordinasi dengan BPBD Kalimantan Selatan untuk mengajukan bantuan pemadaman udara melalui water bombing.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 tercatat 23 kejadian karhutla di HST dengan total luas lahan terbakar mencapai 40,83 hektare.
BPBD mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat titik api atau kepulan asap agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas.
Editor : Eddy Hardiyanto