RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura – Perjalanan pulang usai mengantar cucu berakhir tragis bagi Gajali, 63. Warga Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, itu tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak truk bermuatan batu split yang bergerak mundur di Jembatan Sungai Ramania, Jalan Gubernur Syarkawi, Desa Paku Alam, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Rabu (22/7/2026) pagi.
Korban terlindas bersama sepeda motor Yamaha Mio DA 6657 ABP yang dikendarainya hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas harus mengevakuasi jasad korban yang terjepit di kolong truk bersama sepeda motornya. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke Kamar Pemulasaraan Jenazah RSUD Ulin Banjarmasin.
Sopir Mengaku Truk Tak Kuat Menanjak
Sopir truk bermuatan batu split berinisial M Taufik, 20, warga Kotabaru, telah diamankan Satlantas Polres Banjar untuk menjalani pemeriksaan. Truk bernomor polisi DA 8105 ZQ yang dikemudikannya juga diamankan sebagai barang bukti.
Kepada petugas, Taufik mengaku truk yang dikemudikannya kehilangan tenaga saat menanjak di Jembatan Sungai Ramania. Ketika bagian depan kendaraan sudah berada di atas jembatan, truk justru bergerak mundur.
"Begitu kejadian saya sempat melihat spion kiri dan kanan, tidak melihat ada kendaraan di belakang. Saya berusaha mengendalikan setir dan menginjak rem, tapi truk tetap mundur. Saya baru sadar setelah mendengar dan merasakan seperti melindas sesuatu. Setelah berhenti, ternyata ada orang dan motor di bawah kolong truk," ujarnya.
Baru Tiga Hari Bekerja
Taufik mengaku baru tiga hari bekerja sebagai sopir truk. Ia juga disebut belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Pemuda tersebut datang dari Kotabaru untuk bekerja di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
"Saya merantau ke Pelaihari karena ada teman di sana. Tadi sekitar pukul 06.00 Wita saya berangkat mengantar pesanan batu split," katanya.
Menurut dia, truk yang dikemudikannya mengangkut sekitar delapan kubik batu split sehingga sulit dihentikan ketika mulai bergerak mundur.
"Muatannya sekitar delapan kubik," ucapnya.
Korban Baru Pulang Antar Cucu
Identitas korban sempat belum diketahui. Setelah foto wajah korban disebarkan melalui grup WhatsApp relawan emergency dan rescue, korban akhirnya dikenali sebagai Gajali, warga Puntik Raya 3, Polder RT 9, Desa Puntik Luar, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kecelakaan terjadi Gajali baru saja mengantar cucunya ke kawasan Gambut, Kabupaten Banjar. Dalam perjalanan pulang, ia menjadi korban kecelakaan maut tersebut.
Sekitar pukul 14.00 Wita, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan.
Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan
Peristiwa nahas itu bermula ketika truk bermuatan batu split melintas di Jembatan Sungai Ramania yang menghubungkan Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala. Diduga karena tidak kuat menanjak, truk bergerak mundur dan menghantam sepeda motor korban yang berada tepat di belakangnya.
Personel Satlantas Polres Barito Kuala yang pertama menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan melakukan penanganan awal. Tidak lama berselang, personel Satlantas Polres Banjar tiba untuk melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Hingga Rabu sore, sopir truk masih menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Banjar. Polisi juga mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan bahwa pengemudi belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM). (*)
Editor : M. Ramli Arisno