Antusias Tinggi, Adopsi Bayi Temuan di Pelaihari Belum Dibuka

Norsalim Yahya • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:54 WIB
Bayi perempuan malang yang ditemukan warga di bawah jembatan Angsau, Pelaihari banyak diminati masyarakat untuk diadopsi. (Dinsos Tala)
Bayi perempuan malang yang ditemukan warga di bawah jembatan Angsau, Pelaihari banyak diminati masyarakat untuk diadopsi. (Dinsos Tala)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Minat masyarakat untuk mengadopsi bayi perempuan yang ditemukan di bawah jembatan besi Angsau, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) terus berdatangan.

Meski begitu, Dinas Sosial (Dinsos) Tala belum bisa membuka proses adopsi karena masih menunggu tahapan sesuai aturan.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Tala, Supinal Anwar, mengatakan saat ini masyarakat yang datang baru sebatas berkonsultasi terkait prosedur pengangkatan anak.

“Masih konsultasi saja. Sesuai aturan, kami masih melakukan pencarian orang tua kandung selama 3 kali 10 hari, terhitung sejak 15 Juli-15 Agustus 2026,” katanya, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, setelah masa pencarian selesai dan tak orang tua atau keluarga yang melapor, maka Dinsos akan mengajukan penetapan status anak terlantar ke Pengadilan Negeri Pelaihari. Penetapan itu menjadi dasar hukum sebelum proses adopsi dibuka.

“Kalau sudah ada penetapan dari pengadilan, baru diumumkan untuk calon orang tua asuh,” jelasnya.

Supinal menyebut, peminat adopsi tidak hanya dari Tala. Sejumlah warga dari luar daerah juga ada yang berkonsultasi.

Di sisi lain, kondisi bayi tersebut dilaporkan terus membaik. Saat ini bayi dirawat di sebuah panti di Banjarbaru.

Menurut Supinal, bayi dalam kondisi sehat, aktif, dan responsif. Selama perawatan, bayi juga menyusu dengan baik tanpa keluhan.

“Berat badannya naik dari 2,6 kilogram menjadi 2,7 kilogram. Ini menunjukkan pertumbuhannya baik,” tandasnya.

Editor : M Oscar Fraby
bayi Tala adopsi