RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru resmi menetapkan status siaga terkait maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru pun bergerak cepat mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap aktivitas belajar mengajar di satuan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Abdul Basid menyatakan, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi udara di wilayahnya dari hari ke hari.
Jika pekatnya kabut asap kian memburuk dan mengancam kesehatan, Disdik siap mengambil langkah diskresi terkait skema pembelajaran.
"Kita melihat perkembangannya. Dari pemerintah kota kan sudah menetapkan kondisi terkait kebakaran ini. Jadi, kalau memang ternyata kabut asapnya mulai meningkat, tentu kita imbau seluruh satuan pendidikan, mulai dari murid, guru, hingga masyarakat," ujar Abdul Basid, Selasa (21/7)
Meski demikian, Basid menegaskan bahwa hingga saat ini proses pembelajaran di sekolah-sekolah masih berjalan normal.
Disdik belum mengeluarkan surat edaran resmi terkait pengalihan pembelajaran menuju sistem online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Penyesuaian kebijakan sekolah, lanjut dia, sepenuhnya bergantung pada indikator keparahan kabut asap di lapangan.
"Kalau memang ternyata angkanya parah, baru kita sesuaikan (kebijakannya). Tapi kalau memang masih normal-normal saja, ya pembelajaran tetap berjalan seperti biasa," imbuhnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan penerbitan surat imbauan atau instruksi resmi dalam waktu dekat, Basid menyebut pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dan koordinasi lebih lanjut.
"Untuk kebijakan secara tertulis melalui surat edaran, saat ini belum. Masih kita tunggu dan pantau terus perkembangannya," pungkasnya.
Editor : M Oscar Fraby