RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kandangan – Seorang pria bernama Syamsudin (62), warga Desa Wasah Tengah, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), ditemukan meninggal dunia saat memancing di kawasan rawa Desa Karang Paci, Kecamatan Kalumpang, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.
Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area pemancingan. Hasil pemeriksaan awal kepolisian tidak menemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kapolres HSS AKBP Awaludin Syam melalui Kapolsek Kalumpang AKP Samsi mengatakan, pihaknya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
"Benar, setelah menerima laporan kami langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan keadaan. Setelah dicek, benar sudah dalam kondisi meninggal dunia," ujar Samsi.
Ditemukan Sesama Pemancing
Jasad Syamsudin pertama kali ditemukan oleh Ramlan yang juga hendak memancing di lokasi tersebut.
Saat tiba di area pemancingan, Ramlan melihat korban tergeletak. Ia kemudian mendekati dan beberapa kali memanggil korban, tetapi tidak mendapat respons.
Merasa curiga, Ramlan segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Kalumpang.
Petugas kepolisian bersama Unit Inafis Satreskrim Polres HSS kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan identifikasi terhadap jenazah.
Setelah identitas korban dipastikan, keluarga langsung dihubungi.
Jenazah selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPK Wasah Hilir dan dibawa ke rumah duka.
Pemeriksaan Luar Tidak Temukan Luka
Setibanya di rumah duka, Tim Inafis kembali melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya luka ataupun tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada dugaan tindak pidana.
"Sesampainya di rumah duka, Tim Inafis kembali melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah, dan tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah," ungkap Samsi.
Korban Memiliki Riwayat Sakit Paru-Paru
Berdasarkan keterangan keluarga, Syamsudin berangkat memancing pada Kamis pagi setelah berpamitan kepada istrinya, Siti Aisyah.
Menurut keluarga, korban memiliki riwayat penyakit paru-paru dan kerap mengeluhkan nyeri di bagian dada.
"Dari keterangan pihak keluarga, Syamsudin memiliki riwayat sakit paru-paru dan sering mengeluhkan sakit dada," kata Samsi.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi yang dihimpun polisi dalam proses penyelidikan awal.
Keluarga Menolak Autopsi
Untuk memastikan penyebab pasti kematian, polisi sempat menawarkan autopsi terhadap jenazah.
Namun, pihak keluarga menolak dan memilih menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
"Pihak keluarga sudah menerbitkan surat penolakan untuk diautopsi, yang ditandatangani sang istri," ujar Samsi.
Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah disemayamkan di rumah duka untuk kemudian dimakamkan oleh pihak keluarga. (*)
Editor : M. Ramli Arisno