RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Batulicin – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pembuatan kerajinan huruf timbul berbahan triplek. Produk tersebut dibuat secara manual menggunakan gergaji tangan dan peralatan sederhana.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Batulicin, Harry Indrawan, mengatakan kegiatan itu bertujuan melatih keterampilan teknis warga binaan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas menjalani masa pidana.
Menurut Harry, warga binaan membuat huruf timbul sesuai kebutuhan dengan menggunakan triplek setebal 9 milimeter. Lama pengerjaan menyesuaikan jumlah dan tingkat kerumitan huruf yang dipesan.
Sejauh ini, hasil kerajinan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal Lapas Batulicin, antara lain papan nama MBG, Dapur Sehat, Klinik Paripurna, Balai Latihan Kerja (BLK), koperasi, serta Pojok Baca.
"Pembuatan huruf timbul mengajarkan warga binaan bekerja dengan teliti dan sabar," kata Harry.
Salah seorang warga binaan berinisial P mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti pembinaan tersebut. Ia menilai pembuatan huruf timbul membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
"Awalnya saya mengira membuat huruf timbul itu mudah. Setelah dipelajari, ternyata membutuhkan ketelitian. Sekarang saya sudah bisa membuat berbagai bentuk huruf dengan lebih rapi," ujarnya.
Kepala Lapas Kelas III Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar warga binaan memiliki keterampilan praktis yang dapat digunakan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat.
Editor : Arif Subekti