RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura – Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Banjar mencatat sedikitnya 16 desa di enam kecamatan telah menerima bantuan distribusi air bersih dengan total volume mencapai lebih dari 312 ribu liter .
Jumlah tersebut menunjukkan kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat seiring berkurangnya ketersediaan sumber air yang selama ini menjadi andalan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan distribusi air bersih dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat musim kemarau.
"Per 14 Juli 2026 pukul 09.00 WITA, distribusi air bersih yang telah kami salurkan bersama relawan mencapai 312.200 liter dan menjangkau 16 desa di enam kecamatan," ungkapnya, Kamis (16/7/2026) .
Wilayah penerima distribusi meliputi Kecamatan Martapura, Martapura Barat, Martapura Timur, Astambul, Beruntung Baru dan Karang Intan.
Sebagian desa mengalami penurunan debit air, sementara beberapa wilayah lainnya menghadapi persoalan kualitas air yang menurun.
Menurut Wasis, kondisi yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata disebabkan berkurangnya curah hujan selama musim kemarau.
Di sejumlah lokasi, tambah Wasis warga juga mengalami kesulitan memperoleh air bersih karena kualitas sumber air menurun sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.
"Kami menemukan beberapa sumber air mengalami kekeringan. Selain itu ada pula wilayah yang menghadapi penurunan kualitas air, terutama yang bergantung pada aliran Sungai Martapura sehingga masyarakat membutuhkan pasokan air bersih tambahan," jelasnya.
39.000 Liter Disalurkan ke Lima Desa
Pada Selasa (14/7/2026), BPBD Kabupaten Banjar kembali menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 39.000 liter ke lima desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Rinciannya, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul menerima 10.000 liter air bersih. Kemudian Desa Lok Tamu, Kecamatan Mataraman sebanyak 10.000 liter.
Sementara tiga desa di Kecamatan Martapura Barat yakni Sungai Rangas Hambuku menerima 10.000 liter, Sungai Rangas 5.000 liter, dan Sungai Rangas Ulu sebanyak 4.000 liter.
Bantuan tersebut disalurkan sebagai tindak lanjut atas permohonan masyarakat yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Sejumlah sumur warga dilaporkan mengalami penurunan debit bahkan mulai mengering akibat minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya
Wasis menegaskan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masih terdapat wilayah yang mengalami krisis air bersih.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan permohonan masyarakat.
“Kami berupaya memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya.
Selain melakukan distribusi, BPBD Kabupaten Banjar juga terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di berbagai wilayah.
Koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan air bersih berlangsung cepat dan tepat sasaran.
Wasis mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air selama musim kemarau berlangsung.
Menurutnya, upaya menjaga sumber daya air menjadi bagian penting untuk mengurangi dampak kekeringan yang berpotensi meluas apabila curah hujan belum kembali normal.
“Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan bersama-sama menjaga kelestarian sumber daya air agar tetap terjaga,” imbaunya.
“Selama masih ada warga yang membutuhkan, kami akan terus berupaya memastikan bantuan air bersih dapat tersalurkan," tutup Wasis.
SEBARAN WILAYAH TERDAMPAK KEKERINGAN DI KABUPATEN BANJAR
Kecamatan Martapura (4 Desa)
• Tambak Baru
• Tambak Baru Ulu
• Tambak Baru Ilir
• Tunggul Irang Ulu
Kecamatan Martapura Barat (5 Desa)
• Teluk Selong Ulu
• Tangkas
• Sungai Rangas Hambuku
• Sungai Rangas
• Sungai Batang Ilir
Kecamatan Martapura Timur (3 Desa)
• Sungai Kitano
• Tambak Anyar Ilir
• Melayu Tengah
Kecamatan Astambul (2 Desa)
• Pingaran Ulu
• Pingaran Ilir
Kecamatan Beruntung Baru (1 Desa)
• Kampung Baru
Kecamatan Karang Intan (1 Desa)
• Mali-Mali
PENYEBAB KRISIS AIR BERSIH
-. Sumber air warga mulai mengering
• Debit air menurun akibat musim kemarau
• Kualitas air Sungai Martapura menurun akibat pencemaran
• Sebagian masyarakat kesulitan memperoleh akses air bersih