RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Skema pembangunan ulang Blok Besi, Pasar Harum Manis, kawasan Pasar Lima Banjarmasin dipastikan masih mengandalkan konsep jangka pendek.
Perumda Pasar Banjarmasin akan membangun sekitar 65 kios atau toko semi permanen sebagai pengganti sementara bagi pedagang yang terdampak kebakaran pada Jumat, (15/7/2026) lalu.
Ketua Dewan Pengawas Perumda Pasar Banjarmasin, Matnor Ali mengatakan, bangunan baru sengaja dibuat semi permanen demi mengutamakan faktor keselamatan. Menghindari konstruksi kayu yang rawan terbakar.
Desainnya juga akan mengadopsi model Pasar Bawang yang lebih dahulu menyusul pembangunan sementara pasca dilanda insiden serupa sekitar dua bulan lalu.
“Sesuai kesepakatan, kios akan dibangun semi permanen demi keamanan, menggantikan struktur kayu terdahulu yang dinilai ringkih dan rawan kebakaran. Kualitas bangunan akan disamakan dengan Pasar Bawang,” ujarnya, Kamis (15/7/2026).
Keputusan itu merupakan hasil kesepakatan bersama antara Perumda Pasar dan para pedagang korban kebakaran pada rapat yang digelar belum lama ini.
Ia menyampaikan, seluruh proses pembangunan kembali sepenuhnya berada di bawah koordinasi Perumda Pasar.
Karena itu, pedagang maupun pihak luar tidak diperkenankan membangun kios secara mandiri di atas lahan bekas kebakaran.
“Di lokasi bekas kebakaran, pihak luar atau pedagang tidak diperbolehkan melakukan pembangunan mandiri dalam bentuk apa pun. Seluruh pembangunan harus dikoordinasikan dan dilakukan oleh Perumda Pasar,” tegasnya.
Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, pembiayaan akan diusulkan melalui Anggaran Perubahan.
Direksi akan terlebih dahulu menyampaikan draf kepada Dewan Pengawas sebelum diteruskan kepada Kuasa Pemegang Modal (KPM) untuk memperoleh persetujuan.
“Saya sudah minta direksi untuk siapkan drafnya,” ungkap Matnor.
Apabila seluruh proses administrasi berjalan sesuai rencana, pengerjaan fisik ditargetkan dapat dimulai paling cepat akhir tahun ini. Sementara, penyelesaian pembangunan diperkirakan rampung pada awal 2027.
“Targetnya seperti itu, tapi kita ingin usahakan secepatnya,” bebernya.
Ia menegaskan, penanganan pasar bawang dan blok besi berbeda. Pasar bawang lebih dahulu masuk anggaran murni. Sedangkan, blok besi baru bisa diusulkan di anggaran perubahan.
“Jadi pasar bawang harus diselesaikan lebih dahulu,” katanya.
Selama proses pembangunan berlangsung, pedagang dipersilakan mencari lokasi berdagang sementara secara mandiri di sekitar kawasan pasar.
Sebelumnya Perumda Pasar sempat menawarkan relokasi ke Sentra Antasari maupun eks Pasar Pemotongan Ayam. Namun opsi tersebut ditolak pedagang karena dinilai terlalu jauh dari basis pelanggan mereka.
Tata letak bangunan sementara itu akan dibangun hingga batas siring atau menghadap Sungai Martapura. Kios sementara dibuat menjadi tiga blok dengan dua jalur gang.
“Sebagaian ada yang terkena bekas lokasi kebakaran. Tapi tata letaknya ditata ulang agar lebih tertata,” paparnya.
Menurut Matnor, lokasi yang mehadap ke siring dibuat bukan tanpa pertimbangan. Langkah tersebut diharapkan juga dapat menghidupkan sentra kuliner di kawasan tersebut.
“Pedagang UMKM makanan dan minuman jadinya bisa mengisi, kawasan lebih hidup sekaligus menghilangkan kesan kumuh di bantaran pasar,” jelasnya.
Selain membangun kembali area yang terbakar secara sementara, Perumda Pasar tetap menyiapkan rencana jangka panjang revitalisasi penataan ulang kawasan secara menyeluruh.
Editor : M Oscar Fraby