Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Buaya 4 Meter Muncul, Evakuasi Bocah Diterkam Buaya di Sungai Kupang Perlu Ekstra Hati-Hati 

Jumain Radar Banjarmasin • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:01 WIB
MENCEKAM: Penampakan predator ganas saat pencarian anak diterkam buaya di Desa Sungai Kupang.
Foto: Khairul Sani untuk Radar Banjarmasin. 
MENCEKAM: Penampakan predator ganas saat pencarian anak diterkam buaya di Desa Sungai Kupang. Foto: Khairul Sani untuk Radar Banjarmasin. 

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Operasi pencarian terhadap D (8), bocah yang hilang disambar buaya di Sungai Kupang Selasa kemarin, kini berlangsung dalam suasana mencekam, Rabu (15/7). 

Langkah tim penyelamat gabungan terpaksa diperlambat dan dilakukan dengan ekstra waspada menyusul penampakan langsung buaya yang mendiami aliran sungai tersebut.

Dalam sebuah rekaman video amatir yang diambil oleh warga di lapangan, seekor buaya muara berukuran sangat besar yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 4 meter mendadak muncul dan menampakkan diri secara jelas di permukaan air. 

Kemunculan satwa berdarah dingin ini secara terang-terangan di tengah berlangsungnya proses penyisiran seketika membuat jalannya evakuasi diselimuti ketegangan berlipat ganda.

Khairul Sani, salah satu warga yang ada dilapangan menceritakan kepada Radar Banjarmasin bahwa ada  kegelisahan masyarakat bantaran sungai terhadap ancaman predator yang kian nyata dan menghentikan aktivitas harian warga.

"Buaya muara ini merupakan salah satu predator yang menghuni Sungai Cantung, mulai dari Karang Payau sampai ke Desa Banua Lawas. Jadi ada tiga desa di bantaran Sungai Cantung ini yang kondisinya sudah tidak aman lagi, baik untuk beraktivitas sehari-hari maupun untuk mencari ikan," tutur Khairul Sani.

Menurut Khairul, ukuran buaya yang kerap muncul di sekitar lokasi pencarian memang sangat mengintimidasi dan membahayakan keselamatan warga maupun tim yang berjaga.

Menanggapi situasi tersebut, pihak Basarnas Kotabaru menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama proses pencarian berlangsung. 

Operasi penyisiran menggunakan perahu karet tetap berjalan dinamis, namun kewaspadaan tim di lapangan ditingkatkan berlipat ganda untuk menghindari serangan susulan dari predator tersebut.

Editor : Arif Subekti
Kotabaru Sungai Kupang HSS bocah diterkam buaya kemunculan predator evakuasi