RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Panasnya cuaca dalam beberapa hari terakhir membuat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru semakin meluas.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru mencatat, luas lahan terbakar sejak awal Juli hingga Selasa (14/7) sudah mencapai 60 hektare.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Banjarbaru, Harun Arrasyid mengungkapkan, pemicu utama maraknya titik api (hotspot) dalam beberapa waktu terakhir adalah kondisi cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah setempat.
Guna mengantisipasi dampak yang lebih fatal, BPBD Banjarbaru bergerak cepat dengan memfokuskan taktik pemadaman pada area perimeter terluar.
Hal ini dilakukan untuk melokalisir pergerakan api agar tidak merembet ke kawasan padat penduduk. "Fokus utama kami saat ini adalah menangani dan melokalisir titik api. Jangan sampai kebakaran meluas dan mengenai perumahan, perkebunan, atau properti milik masyarakat," tegas Harun.
Dari total luasan yang terdampak, ia mengungkapkan, wilayah terparah berada di Kelurahan Sungai Ulin, Kecamatan Banjarbaru Utara. Di sana ada sekitar 49 hektare lahan yang terbakar. "Untuk angka sebaran lainnya, nanti segera kami rilis secara resmi," ungkapnya.
Harun memastikan, sejauh ini belum ada laporan mengenai fasilitas umum, rumah, maupun bangunan milik warga yang ikut terbakar.
Petugas gabungan di lapangan masih terus bersiaga dan melakukan pembasahan di area-area rawan.
Mengenai total kerugian dan luasan riil yang terdampak secara keseluruhan, pihak BPBD masih melakukan penghitungan secara berkala di lapangan.
Editor: Sutrisno
Editor : Arief