RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Pelaihari - Korban pencurian dan kekerasan (curas) di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut (Tala) akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Korban berinisial S mengembuskan napas terakhir pada Senin (13/7/2026) petang sekitar pukul 18.13 Wita.
Kabar meninggalnya korban dengan cepat menyebar di kalangan warga melalui media sosial dan grup percakapan WhatsApp.
Informasi yang dihimpun pada Selasa (14/7/2026), korban mengalami sejumlah luka akibat serangan senjata tajam.
Luka tusuk ditemukan di bagian perut, sedangkan cedera paling serius berada di bagian belakang kepala.
Meski sempat menjalani operasi dan mendapat penanganan medis secara intensif, kondisi korban terus menurun, hingga akhirnya meninggal dunia.
Kepala Desa Tajau Pecah, Aidi Rahman membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, jenazah korban telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat. "Jenazahnya sudah dimakamkan di pemakaman umum Desa Tajau Pecah," ujarnya.
Aidi menjelaskan korban merupakan warga asal Jawa Timur yang telah menetap di Desa Tajau Pecah selama lebih dari satu tahun. Selama tinggal di desa itu, korban bekerja sebagai pengepul besi tua atau rongsokan dan telah memiliki surat keterangan domisili, meski identitas kependudukannya masih tercatat di daerah asal.
Sebelumnya, korban diduga menjadi sasaran aksi pencurian dengan kekerasan (curas) di kediamannya pada Kamis (9/7/2026) malam. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di bagian perut, tangan, dan kepala hingga harus menjalani operasi.
Peristiwa itu sempat menghebohkan warga sekitar. Seorang pelaku berinisial R berhasil diamankan warga tidak lama setelah kejadian. Hingga kini, proses hukum terhadap pelaku masih terus berjalan.
Editor : Sutrisno