Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Diduga Ada yang Sengaja Dibakar, Karhutla di Kalsel Mulai Dekati Pemukiman Warga

M Padil Ihsan • Selasa, 14 Juli 2026 | 12:01 WIB
KARHUTLA: Petugas memadamkan api yang melalap lahan gambut di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (12/7) malam. (Damkar HSU)
KARHUTLA: Petugas memadamkan api yang melalap lahan gambut di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (12/7) malam. (Damkar HSU)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, AMUNTAI – Ancaman nyata Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) belum juga surut. Rangkaian kejadian masih terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin, dan Hulu Sungai Selatan (HSS).

Di HSU, Karhutla kembali terjadi. Api melalap lahan gambut seluas sekitar 0,8 hektare di Desa Pinangkara, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (12/7) malam. Kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 18.30 Wita.

Pada saat bersamaan, titik panas terdeteksi melalui aplikasi pemantauan LAPAN, SIPONGI, dan Lancang Kuning. Informasi tersebut segera ditindaklanjuti tim gabungan yang terdiri dari Polsek Amuntai Tengah, Koramil 07 Amuntai-Banjang, BPBD HSU, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta warga setempat.

Meski upaya pemadaman dilakukan intensif, api tetap menghanguskan lahan gambut seluas 0,8 hektare. Kobaran baru berhasil ditaklukkan sekitar pukul 01.15 Wita. Hingga kini, pemilik lahan belum diketahui, sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kemungkinan diduga sengaja dibakar dan masih kami lidik,” tegas Kapolsek Amuntai Tengah Ipda Sulistono, Senin (13/7).

Tak hanya di HSU, Karhutla juga terjadi di Kabupaten Tapin, Senin (13/7) siang. Api membakar semak belukar di kawasan Komplek Cahaya Fajar Regency 2 dan 3, Kelurahan Rangda Malingkung RT 16, Kecamatan Tapin Utara.

Di sini, bahkan lokasinya berdekatan dengan permukiman yang sempat menimbulkan kekhawatiran warga. Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, menyebut api berhasil dikuasai sehingga tidak meluas. “Alhamdulillah titik api berhasil dikuasai sehingga tidak sempat mengancam permukiman warga,” ujarnya.

Luas lahan terbakar diperkirakan 0,1 hektare. Penyebab kebakaran belum diketahui. Nor mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. “Apabila melihat titik api atau kepulan asap, segera laporkan agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.

Karhutla juga dilaporkan di Desa Sungai Kupang, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (13/7) sore. Api membakar lahan di RT 007 RW 003 sekitar pukul 15.30 Wita. Laporan diterima dari warga dan relawan, kemudian ditindaklanjuti oleh BPBD HSS bersama relawan PMK ASKUP. 

Editor : Arief
karhutla kebakaran lahan Tapin Hulu Sungai Utara