RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Warga di sepanjang bantaran Sungai Arfat, Kecamatan Astambul, mulai kehilangan salah satu sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.
Air sungai yang sebelumnya digunakan untuk mandi, mencuci, hingga memasak kini berbau menyengat setelah tercemar bangkai ikan dari peristiwa kematian massal ikan budidaya di kawasan keramba.
Akibatnya, ratusan warga di Desa Pingaran Ulu dan Pingaran Ilir kini bergantung pada bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Banjar bersama relawan.
Salah seorang warga RT 02 Desa Pingaran Ulu, Siti Aminah mengatakan bau menyengat dari air sungai mulai dirasakan sekitar tiga hari terakhir.
Kondisi itu membuat warga tidak lagi berani memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan rumah tangga.
"Biasanya air sungai dipakai untuk mandi, mencuci, bahkan kadang untuk memasak. Semenjak dipenuhi bangkai (ikan, red) tiga hari terkahir baunya sangat menyengat, jadi tidak bisa dipakai lagi," ujarnya, Jumat (10/7/2026)
Ia mengaku bantuan air bersih yang mulai disalurkan sejak dua hari terakhir sangat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Air bersih kami tampung dulu untuk dipakai sehari-hari. Alhamdulillah sangat membantu," katanya
Warga Bergantung Bantuan Air Bersih
Di lapangan, distribusi air bersih juga dibantu relawan BPK Panghid yang tergabung dalam Buser 690.
Relawan, Muhammad Hasan mengatakan satu mobil tangki membawa sekitar 5 ribu liter air bersih untuk disalurkan ke Desa Pingaran Ulu RT 02 dan sejumlah titik terdampak lainnya.
"Air sungai sudah tidak bisa digunakan sehingga kebutuhan air bersih warga meningkat. Kami siap membantu selama masyarakat masih membutuhkan," ujarnya.
Menurut Hasan, distribusi air telah dimulai sejak malam sebelumnya karena tingginya kebutuhan warga.
Pemkab Banjar Salurkan Air Bersih
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, Agus Siswanto mengatakan penyaluran air bersih merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Kabupaten Banjar setelah menerima laporan pencemaran sungai.
“Air sungai saat ini sudah tercemar sehingga tidak layak lagi digunakan, bahkan untuk mandi dan mencuci," katanya.
Distribusi air dilakukan secara terpadu bersama BPBD Kabupaten Banjar dan PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda). BPBD menyiapkan tandon air, sedangkan DPKP membantu pengisian dan pendistribusian ke permukiman warga.
Selain menyalurkan air bersih, tmlanjut Agus, personel gabungan dari DPKP, DKPP, BPBD, Satpol PP, DPRKPLH, dan instansi terkait, juga terus membersihkan bangkai ikan yang masih memenuhi aliran Sungai Arfat untuk menekan pencemaran dan mempercepat pemulihan kualitas air.
Pemkab Banjar memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama kualitas air Sungai Arfat belum pulih sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
"Distribusi air bersih akan terus kami lakukan selama kualitas air sungai belum pulih. Yang utama, kebutuhan dasar masyarakat harus tetap terpenuhi," tegas Agus.
Editor : Fauzan Ridhani