Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kebakaran Pasar Harum Manis Hanguskan 162 Kios, Pedagang Rugi Lebih Rp700 Juta

Zulvan Rahmatan • Jumat, 10 Juli 2026 | 17:11 WIB

 

HANGUS: Mesin diesel dan berbagai peralatan bangunan di Blok Besi Pasar Harum Manis, Banjarmasin Tengah, hangus terbakar. Kerugian pedagang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
HANGUS: Mesin diesel dan berbagai peralatan bangunan di Blok Besi Pasar Harum Manis, Banjarmasin Tengah, hangus terbakar. Kerugian pedagang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kebakaran kembali melanda Kawasan Pasar Harum Manis, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, Jumat (10/7/2026) dini hari. Sedikitnya 162 kios dan toko di Blok Besi hangus terbakar. Para pedagang mengalami kerugian besar yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

 

Salah seorang pedagang, Muhammad Yusuf, mengatakan berbagai alat bangunan berbasis mesin diesel ikut terbakar. Mulai dari gergaji mesin, mesin pemangkas rumput, mesin kelotok hingga berbagai suku cadang tidak dapat diselamatkan.

“Mesin-mesin itu terbakar. Tapi sparepart juga lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Yusuf, hanya sekitar 20 persen barang dagangan yang berhasil selamat. Meski demikian, nilai kerugiannya diperkirakan telah melampaui Rp200 juta.

Ia mengaku akan mencari lokasi usaha sementara sembari menunggu keputusan hasil rapat bersama Perumda Pasar Kota Banjarmasin.

“Untuk sementara kemungkinan mencari tempat lain dahulu, sambil melihat hasil rapat bersama Perumda Pasar,” katanya.

Kerugian lebih besar dialami Mulyadi. Sebanyak 12 toko miliknya yang berisi berbagai peralatan bangunan dan pertanian ludes dilalap api.

Ia menyebut terdapat lebih dari seribu jenis barang yang kini kehilangan nilai ekonomi karena berubah menjadi arang dan besi rongsok.

“Ada seribu lebih jenis alat dari bangunan sampai pertanian. Kalau sudah begini yang hanya bisa dilakukan dijual perkilo ke tukang besi,” keluhnya.

Kerugian yang dialaminya ditaksir melebihi Rp500 juta. Ia berharap pemerintah segera melakukan pembenahan agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.

Direktur Utama Perumda Pasar Kota Banjarmasin, M. Abdan Syakura, mengatakan pendataan masih dilakukan untuk memastikan dampak kebakaran terhadap seluruh pedagang terdampak.

Sebanyak 162 kios yang terbakar tersebar di tiga blok, yakni Tahap III sebanyak 126 kios, Tahap IV sebanyak 26 kios, dan Blok Ansar sebanyak 10 kios.

Perumda Pasar juga akan menggelar rapat bersama para pedagang pada Senin mendatang untuk membahas langkah penanganan dan penataan pascakebakaran.

“Insyaallah Senin ini. Kita perlu berikan mereka waktu yang cukup untuk bersih-bersih dan memeriksa sisa-sisa di tempat mereka yang mengalami kebakaran,” jelasnya.

Abdan menilai penanganan tidak cukup hanya memperbaiki bangunan. Menurutnya, kawasan pasar memerlukan penataan menyeluruh karena sebagian besar bangunan masih menggunakan konstruksi kayu yang membuat api cepat merambat.

“Jika timbul percikan kebakaran, maka meluasnya sangat cepat. Jadi kita perlu pertimbangkan apakah struktur seperti ini tetap dipertahankan atau tidak,” ungkapnya.

Selain evaluasi konstruksi bangunan, Perumda Pasar juga mempertimbangkan penataan ulang tata letak kios, sistem kelistrikan, hingga penertiban kawasan agar tidak lagi digunakan sebagai tempat tinggal.

“Karena kebakaran dipengaruhi banyak faktor sehingga langkah mitigasi harus jauh ke depan,” pungkasnya. (*)

 

Editor : M. Ramli Arisno
#kebakaran Pasar Harum Manis #162 kios terbakar #kerugian pedagang pasar #Perumda Pasar Banjarmasin #kebakaran banjarmasin