RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Barabai-Dugaan pengemudi mobil pikap yang menabrak warung hingga menewaskan tiga orang di Jalan Lingkar Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengonsumsi minuman beralkohol atau obat-obatan masih terus didalami polisi.
Kepastian kondisi pengemudi baru dapat diketahui setelah hasil pemeriksaan laboratorium dan dokter keluar.
Kasat Lantas Polres Hulu Sungai Tengah, Iptu Saiful Fakri, mengatakan penyidik belum bisa menyimpulkan apakah pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan saat kecelakaan terjadi. Seluruh dugaan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
"Sementara masih kita periksa. Nanti hasilnya ada di laboratorium dan dokter yang akan menuangkannya dalam hasil pemeriksaan," ujar Saiful saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (10/7/2026).
Di sisi lain, Satlantas Polres HST bersama Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan telah melakukan olah TKP untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan mobil pikap melaju dengan kecepatan tinggi sebelum hilang kendali. Kendaraan disebut tidak sempat mengerem, kemudian oleng dan menghantam warung yang saat itu dipenuhi pengunjung.
"Pengemudi mobil pikap dalam kecepatan tinggi, tidak sempat mengerem dan oleng ke arah warung. Saat itu warung sedang ramai pengunjung sehingga mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan dua orang masih dalam perawatan," katanya.
Saiful menegaskan proses hukum terhadap pengemudi tetap berjalan. Penyidik akan menjerat pelaku sesuai ketentuan apabila hasil penyelidikan menemukan unsur pidana.
"Perintah Pak Dirlantas langsung sama Pak Kapolres, kasus ini tetap dilanjutkan," tegasnya.
Selain mengusut penyebab kecelakaan, kepolisian juga mulai mengevaluasi aspek keselamatan di Jalan Lingkar Barabai. Satlantas telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya (LLAJR) untuk menambah rambu peringatan di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Menurut Saiful, koordinasi tersebut sebenarnya sudah dilakukan sekitar sepekan sebelum peristiwa maut itu terjadi.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas LLAJR untuk survei jalur. Banyak tikungan di wilayah HST yang perlu dipasang rambu-rambu karena termasuk daerah rawan kecelakaan," ujarnya.
Polisi juga mengusulkan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah persimpangan yang dinilai rawan kecelakaan melalui kerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika.
Saiful mengimbau masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman beralkohol maupun obat-obatan yang dapat menurunkan konsentrasi.
"Kami minta para pengemudi tidak mengonsumsi minuman beralkohol ataupun obat-obatan yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi. Keselamatan harus menjadi prioritas," pungkasnya.
Sebelumnya, kecelakaan yang terjadi di Jalan Lingkar Barabai pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 Wita mengakibatkan tiga orang berinisial MM, DV, dan MH meninggal dunia setelah sebuah mobil pikap menabrak warung di kawasan perempatan menuju Desa Kapar. Korban berinisial DN masih menjalani perawatan, sedangkan AS mengalami luka ringan.
Editor : Arif Subekti