RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kebakaran lahan terjadi di Jalan Belitung Darat, Banjarmasin Barat, Senin (6/7/2026) siang.
Insiden diduga dipicu akibat aktivitas pemotongan besi di atas lahan penuh semak dan rerumputan kering.
Meski demikian, kebakaran lahan yang terjadi sekitar pukul 12.10 tersebut tidak sempat meluas.
Akses yang mudah dan ketersediaan pasokan air membuat proses pembasahan berlangsung mulus.
Salah satu pekerja, menyebutkan saat itu dia bersama beberapa rekan sedang memotong besi dari sebuah truk yang sudah tampak rongsok.
Pemotongan dilakukan mulai dari bagian bak truk. Alat yang digunakan yakni cutting torch atau blender las potong.
Dampak dari penggunaan las tersebut diduga memicu kebakaran, karena dilakukan di atas lahan kering.
“Iya dari saya (apinya). Kami rasa sudah tidak bisa dipadamkan sendiri. Alhasil kami meminta bantuan agar tidak meluas,” ungkapnya.
Ia mengaku, hanya disuruh oleh pemilik. Keberadaan truk rongsok di tengah semak menurutnya juga sudah sangat lama terparkir. Bahkan saat lahan tersebut masih menjadi tanah lapang yang bersih.
“Karena tidak mungkin dipindahkan, jadi kami putuskan memotong truknya di sana. Besinya memang untuk pemilik, kami hanya mengerjakan,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin telah meingatkan agar berhati-hati saat melakukan aktivitas di atas lahan kering, terutama saat musim kemarau seperti sekarang.
Meski Banjarmasin berstatus bebas titik hotspot sementara dan minim potensi kebakaran lahan, potensi demikian tetap ada jika dipicu kelalaian manusia.
“Membakar sampah maupun lahan, hingga membuang puntung rokok sembarangan itu tidak diperbolehkan. Kebanyakan insiden di 2023 dipicu hal tersebut,” ucap, Husni Thamrin, Kepala BPBD Banjarmasin.
Belajar dari pengalaman, pihaknya juga mendorong pembasahan lahan yang cukup pasca kebakaran lahan.
Jika perlu, air dari pemadam harus membuat lahan becek guna memastikan tidak ada titik api sekecil apapun yang tersisa.
“Itu sebagai bentuk antisipasi, agar api sekecil apapun tidak ada yang tersisa sehingga memicu kebakaran lahan susulan,” pungkasnya.
Editor : Sutrisno