RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Kotabaru – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotabaru bergerak cepat merespons dua isu krusial yang tengah menyita perhatian publik di Bumi Saijaan, Minggu (5/7).
Agenda penting berupa Rapat Dengar Pendapat (RDP) dijadwalkan akan digelar secara maraton pada Senin (6/7) besok di Ruang Rapat Gabungan Komisi DPRD Kotabaru.
Dua persoalan mendasar yang mendesak untuk dibahas tersebut meliputi maraknya aktivitas nelayan modern asal Pulau Jawa yang menggunakan jaring cantrang di perairan Kotabaru, serta insiden kecelakaan laut (laka laut) yang baru-baru ini terjadi di Desa Labuan Mas.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotabaru, Abu Suwandi, menegaskan bahwa lembaga legislatif tidak akan tinggal diam melihat situasi yang berpotensi memicu konflik sosial dan mengancam keselamatan serta mata pencaharian nelayan lokal.
Pihaknya bersama unsur pimpinan dewan telah memastikan undangan resmi bernomor 005/33/VII/DPRD/2026 dan 005/34/VII/DPRD/2026 sudah dilayangkan kepada jajaran eksekutif serta pihak-pihak terkait.
"Kami menjadwalkan agenda RDP penting besok secara berurutan. Pertama, pukul 09.00 WITA, kami di komisi terkait akan membedah persoalan masuknya nelayan cantrang dari Pulau Jawa. Kemudian dilanjutkan pukul 10.00 WITA untuk membahas penanganan dan evaluasi terkait laka laut di Desa Labuanmas," ujar Abu Suwandi kepada Radar Banjarmasin.
Terkait isu cantrang, Abu Suwandi menjelaskan bahwa laporan mengenai maraknya alat tangkap yang dilarang tersebut di perairan Kotabaru telah memicu keresahan mendalam bagi nelayan tradisional setempat.
Penggunaan cantrang dinilai merusak ekosistem laut dan secara langsung mematikan ekonomi nelayan lokal.
"Masalah nelayan cantrang modern ini harus segera dicarikan solusi konkret bersama pihak eksekutif dan aparat penegak hukum terkait. Jangan sampai ada pembiaran yang akhirnya memicu gesekan atau konflik horizontal di tengah laut," tegasnya.
Sementara itu, mengenai agenda kedua yang membahas laka laut di Desa Labuan Mas, Abu Suwandi menyatakan perlunya penjelasan menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran serta koordinasi respons cepat dari instansi terkait dalam menangani musibah di laut.
"Musibah laka laut di Labuan Mas menjadi alarm keras bagi kita semua. Melalui RDP ini, kami ingin mendengar langsung kronologis, kendala di lapangan, serta memastikan langkah mitigasi dan bantuan bagi korban berjalan maksimal," tambahnya.
“Kami berharap seluruh instansi vertikal, dinas terkait, serta perwakilan nelayan dapat hadir memberikan masukan komprehensif dalam rapat gabungan komisi besok, sehingga menghasilkan rekomendasi strategis demi menjaga kondusifitas dan keamanan wilayah perairan Kotabaru,” tutupnya mengakhiri.
Editor : Arif Subekti