Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Kalsel Belum Tetapkan Siaga Darurat Karhutla, BPBD Kalsel Percepat Persiapan Hadapi Kebakaran Musim Kemarau

M Fadlan Zakiri • Jumat, 3 Juli 2026 | 13:30 WIB
KARHUTLA: Petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menjinakkan kobaran api yang melahap lahan perkebunan di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar, (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)
KARHUTLA: Petugas pemadam kebakaran bahu-membahu menjinakkan kobaran api yang melahap lahan perkebunan di kawasan Cindai Alus, Kabupaten Banjar, (Foto: FADLAN ZAKIRI/RADAR BANJARMASIN)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, MARTAPURA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Banjar. Insiden terbaru terjadi di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, pada Rabu (1/7) siang.

APi tiba-tiba melalap area perkebunan dan semak belukar. Kobaran api sempat membesar dan membuat warga panik sebelum berhasil dipadamkan oleh relawan pemadam kebakaran.

Penjaga kebun, Rizal, bersama keluarganya, sempat berjibaku menggunakan air irigasi seadanya sebelum bantuan tiba. “Sekitar pukul 11 saya pulang dari kebun. Kemudian sekitar setengah satu saya mendapat kabar ada api di ujung kawasan. Saat saya lihat, apinya sudah membesar,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Banjar, sedikitnya 0,5 hektare lahan hangus dalam kejadian tersebut.

Sisi lain, Data BPBD Banjar menunjukkan tren kebakaran meningkat tajam sepanjang Juni 2026. Dalam kurun 7–29 Juni, tercatat tujuh kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 45,1 hektare.

Kecamatan Martapura Barat menjadi wilayah paling parah, dengan kebakaran di Desa Sungai Batang yang menghanguskan 27,8 hektare lahan dalam satu insiden.

Selain itu, titik api juga muncul di Karang Intan (7 hektare), Martapura (3,3 hektare), Pengaron (1,5 hektare), dan Cintapuri Darussalam. Meski sebagian besar tidak menimbulkan korban jiwa, sisa api dan asap tipis masih terpantau di beberapa lokasi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, menegaskan bahwa ancaman karhutla tahun ini harus diantisipasi serius. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau 2026 diprediksi lebih panjang dan kering, dengan puncak pada Juli–September. “Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Enam kecamatan dipetakan sebagai wilayah paling rawan, yakni Martapura Barat, Sungai Tabuk, Beruntung Baru, Gambut, Cintapuri Darussalam, dan Karang Intan. Lahan gambut di kawasan tersebut dinilai sangat rentan memunculkan titik panas (hotspot) saat kemarau.

Sekda menegaskan, penegakan hukum akan dilakukan terhadap pelanggar yang terbukti memicu kebakaran. “Penegakan hukum secara profesional akan tetap dilakukan terhadap pelanggar yang memicu terjadinya kebakaran,” tandasnya.

Untuk memperkuat pengendalian, BPBD Banjar mengaktifkan tiga Posko Siaga Karhutla di Kantor BPBD, Martapura Barat, dan Cintapuri Darussalam. Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan seluruh personel, peralatan, serta dukungan TNI, Polri, dan relawan telah disiagakan.

BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah. “Kondisi saat ini sangat rawan dan panasnya ekstrem. Kita harus sama-sama mencegah agar tidak muncul titik api,” ujar Wasis.

Kalsel Belum Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

SEMENTARA. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan belum menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski begitu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mulai mempercepat berbagai persiapan untuk menghadapi potensi kebakaran saat musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menjelaskan, kondisi Kalsel saat ini belum memenuhi syarat penetapan status siaga darurat karena hujan masih turun di sejumlah daerah.

Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa provinsi lain yang telah menghadapi ancaman karhutla lebih tinggi. "Kita masih berada pada kondisi yang cukup aman," katanya, Kamis (2/7).

Meski demikian, BPBD tidak ingin menunggu hingga risiko meningkat. Kesiapan personel, peralatan, dan mekanisme penanganan mulai diperkuat agar seluruh unsur dapat bergerak cepat jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Sisi lain, Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan turut memperkuat alasan belum ditetapkannya status siaga darurat karhutla di Kalsel.

Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 30 Juni 2026, sebagian besar wilayah Kalsel masih berada pada kategori sangat pendek, yakni baru mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.

BMKG juga mencatat sejumlah daerah masih menerima hujan hingga pembaruan data dilakukan. Dalam data harian yang dirilis BMKG Kalsel, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Ota Welly Jenni Thalo, menjelaskan hanya sebagian kecil wilayah yang mulai menunjukkan kondisi lebih kering.

Beberapa daerah telah memasuki kategori HTH pendek selama enam hingga 10 hari dan menengah selama 11 hingga 20 hari. Sementara kategori HTH panjang selama 21 hingga 30 hari hanya terpantau di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

"Mayoritas wilayah Kalsel masih berada pada kategori hari tanpa hujan sangat pendek, sehingga kondisi secara umum masih relatif aman. Namun, wilayah yang mulai mengalami periode kering tetap perlu diwaspadai," ujarnya

Meski demikian, BMKG tetap mencatat kemunculan titik panas (hotspot) di sejumlah daerah. Pada 1 Juli 2026 terdeteksi 17 hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang yang tersebar di Kabupaten Balangan, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru, Tanah Laut, dan Tapin.

Sementara pada 2 Juli 2026, jumlah hotspot turun menjadi 16 titik. Sebarannya terkonsentrasi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, dan Tapin. Dari jumlah tersebut, satu titik di Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, terdeteksi dengan tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan sisanya berada pada kategori sedang dan rendah. 

Editor: Oscar Fraby

Editor : Arief
#karhutla #kalimantan selatan #kebakaran lahan #bpbd kalsel