Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Pengendara Kerap Terobos Arus Bundaran Paringin ! Dishub Balangan Akui Rambu Dinilai Membingungkan

M Dirga • Kamis, 2 Juli 2026 | 15:26 WIB
ARUS KENDARAAN: Kondisi arus kendaraan di kawasan perkotaan Paringin. Ketidakjelasan rambu dan minimnya kesadaran dinilai menjadi pemicu tingginya angka pelanggaran lalu lintas di kawasan ini.
ARUS KENDARAAN: Kondisi arus kendaraan di kawasan perkotaan Paringin. Ketidakjelasan rambu dan minimnya kesadaran dinilai menjadi pemicu tingginya angka pelanggaran lalu lintas di kawasan ini.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Tingkat kepatuhan berlalu lintas di kawasan perkotaan Paringin masih menjadi pekerjaan rumah. Salah satu titik yang paling sering terjadi pelanggaran berada di Bundaran Simpang Empat Kota Paringin, tempat pengendara kerap nekat menerobos arus lalu lintas.

Fenomena ini ternyata bukan semata-mata dipicu rendahnya kesadaran pengendara. Kondisi rambu dan penunjuk arah yang dinilai belum jelas juga disebut menjadi salah satu penyebab banyak pengendara salah mengambil jalur.

Setiawan, warga Desa Paran, mengaku sering merasa bingung saat melintasi kawasan bundaran tersebut, terutama bagi pengguna jalan yang jarang melintas.

"Jujur saja, kadang kita bingung mana jalur satu arah yang pasti, apalagi bagi orang yang jarang lewat situ," ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Keluhan itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Balangan, Musa Abdullah. Ia mengakui kondisi rambu lalu lintas di sekitar bundaran masih berpotensi membingungkan pengguna jalan.

"Memang kondisi rambunya saat ini masih membingungkan. Ini yang sering memicu terjadinya pelanggaran menerobos arus, khususnya di sekitar bundaran. Rambu yang kurang jelas ini menjadi catatan kami untuk segera dibenahi dan dipertegas," kata Musa.

Menurutnya, Dishub akan segera melakukan survei lapangan untuk mengevaluasi rambu-rambu yang dinilai kurang efektif sebelum dilakukan pemasangan maupun pembenahan sesuai skala prioritas.

Selain persoalan arus lalu lintas, Dishub juga menyoroti parkir liar truk angkutan berat di sekitar Majelis Nurul Muhibbin yang menggunakan bahu jalan. Kondisi tersebut telah masuk dalam daftar pengawasan dan akan menjadi bagian dari upaya penataan lalu lintas.

Musa mengatakan edukasi kepada masyarakat akan terus diperkuat melalui berbagai media, mulai dari videotron, siaran radio, hingga penyampaian imbauan menggunakan pengeras suara di sejumlah titik strategis.

"Edukasi akan kami gencarkan lebih masif. Rambu yang masih kurang atau membingungkan akan segera kami survei ke lapangan dan ditindaklanjuti pemasangannya sesuai prioritas," tegasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Balangan AKP Rachmad Hidayat Noor mengungkapkan pihaknya telah memetakan sejumlah kawasan yang menjadi titik rawan pelanggaran lalu lintas.

Sedikitnya ada enam lokasi yang menjadi perhatian utama, yakni depan Toko Yulia, depan Pos Lantas hingga Bank Kalsel, depan Taman PPKB, depan Warung Nasi Padang, depan Bank BRI, serta kawasan Bundaran Maritam dan Bundaran Paringin.

"Kepolisian selama ini sudah berupaya maksimal. Mulai dari edukasi tatap muka, kampanye di media sosial, hingga pemasangan rambu peringatan. Namun, semua itu harus didukung kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas," ujar Rachmad.

Ia menegaskan kepolisian bersama instansi terkait tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga terus mencari solusi agar aturan lalu lintas dapat dipahami dan dipatuhi demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Bundaran Paringin #pengendara #rambu #Dishub Balangan