Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Habis Tak Tersisa, Begini Cerita Korban Kebakaran di Antasan Kecil Timur Dalam yang Hanguskan Rumah Sampai Bedakan Warga

Zulvan Rahmatan • Selasa, 30 Juni 2026 | 15:00 WIB
Warga menyaksikan lokasi pasca kebakaran yang sempat terjadi di Gang Pelangi, Jalan Antasan Kecil Timur Dalam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (30/6/2026) pagi. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
Warga menyaksikan lokasi pasca kebakaran yang sempat terjadi di Gang Pelangi, Jalan Antasan Kecil Timur Dalam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (30/6/2026) pagi. (Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Kebakaran hebat melanda permukian warga di Gang Pelangi, Jalan Antasan Kecil Timur Dalam, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (30/6/2026) pagi.

Akibat insiden itu, masing-masing rumah dan bedakan empat pintu ludes terbakar. Kemudian, dua rumah di dekatnya juga terdampak kerusakan cukup parah.

Informasi kebakaran berkembang sekitar pukul 08.00 Wita. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah penduduk.

Sebelum kebakaran terjadi, saksi mata, Amah (40) mengaku melihat rumah bertingkat di depannya mengeluarkan percikan api pada sambungan kelistrikan. Posisinya di lantai dua bangunan.

Percikan api, menurutnya, telah membakar bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Tak butuh waktu lama, api cepat membesar dan menjalar cepat ke bangunan-bangunan di sekitarnya.

“Saya awalnya juga di dalam, setelah keluar melihat percikan api. Percikan itu juga mengeluarkan bunyi, setelah itu api sangat cepat membesar,” ujar Amah, sekaligus korban, karena bedakan yang dihuninya juga hangus terbakar tak bersisa.

Amah sendiri tak sempat menyelamatkan harta bendanya. Padahal, bedakan tersebut semula dihuni bersama suami dan dua orang anak.

Selain Amah, nasib malang juga dialami Sugi (38) sekeluarga. Tidak ada harta benda yang sempat terselamatkan, selain pakaian di badan dan tas berisi sedikit perlengkapan untuk bekerja sebagai kuli bangunan pagi itu.

Saat kejadian, ia mengaku sudah berada di tempat kerja. “Tiba-tiba ditelepon istri bahwa ada kebakaran, jadi saya bergegas pulang,” ucapnya tertunduk lesu.

“Semuanya habis terbakar, sampai stok popok anak dan persediaan susu. Tapi yang terpenting anak dan istri dapat lebih dahulu menjauh dan menyelamatkan diri,” ungkapnya.

Ketua RT setempat, Husni menyebut sedikitnya terdapat 25 jiwa yang terdampak dari kebakaran tersebut. Kebanyakan dari mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda yang belum sempat terselamatkan.

“Total ada tujuh tempat tinggal baik rumah maupun bedakan. Total yang terdampak sekitar 25 jiwa,” terangnya.

Warga pun berkerumun menyaksikan sisa-sisa puing dari bangunan yang terbakar, berharap masih ada harta benda yang masih tersisa. Lokasi tersebut pun kini telah dipasangi garis polisi guna keperluan penyelidikan.

Editor : M Oscar Fraby
#banjarmasin #Polisi #Kebakaran