RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PELAIHARI - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Laut (Tala), H Khairuddin, membantah keras tudingan asusila yang belakangan ramai beredar di media sosial. Ia menegaskan seluruh informasi tersebut tidak benar dan merupakan fitnah.
"Semua tuduhan itu tidak pernah terjadi, tidak berdasar, fitnah," ujarnya, Senin (29/6).
Khairuddin menjelaskan, aktivitas di lingkungan kantornya berlangsung dalam pengawasan kamera CCTV yang terpasang di sejumlah titik. Menurutnya, kondisi tersebut tidak memungkinkan dirinya melakukan perbuatan yang dituduhkan.
Ia juga menegaskan, sebagai kepala keluarga yang memiliki anak perempuan, dirinya memahami pentingnya menjaga moral dan nilai-nilai agama.
"Saya tidak mungkin melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum maupun nilai agama," katanya.
Merasa dirugikan, Khairuddin mengaku telah menempuh jalur hukum. Melalui kuasa hukumnya, ia melaporkan sejumlah akun media sosial dan pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi tanpa konfirmasi.
"Saya menempuh jalur hukum karena merasa nama baik saya telah dicemarkan. Dampaknya juga dirasakan keluarga dan lembaga yang saya pimpin," ujarnya.
Ia menyebut laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut telah disampaikan ke Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Selain itu, Khairuddin menduga isu yang berkembang tidak murni persoalan hukum, melainkan ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya dari jabatan.
"Saya menduga ada pihak yang memanfaatkan situasi ini, terkait pembenahan disiplin dan kinerja yang sedang kami lakukan di internal," katanya.
Terkait beredarnya tangkapan layar percakapan dengan seorang pejabat daerah, Khairuddin juga membantah pernah membuat atau menyebarkannya, termasuk menjadikannya sebagai status WhatsApp.
Ia mengaku baru mengetahui percakapan tersebut tersebar saat berada di Jakarta untuk memenuhi panggilan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.
"Saat itu telepon saya dalam keadaan silent karena sedang klarifikasi. Setelah selesai, saya mengetahui ada percakapan yang tersebar. Ternyata akun WA saya kena hack," tuturnya.
Sementara itu, Polres Tanah Laut sebelumnya membenarkan telah menerima laporan dari pihak keluarga empat siswi terkait dugaan tindak asusila. Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman atas laporan tersebut.
Kapolres Tala AKBP Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Reskrim AKP Cahya Prasada Tuhuteru menyatakan proses penyelidikan masih berjalan. Saat ini pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi termasuk pelapor.
“Kamu rencananya juga memanggil saksi lain yang berada di Banjarmasin untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.
Editor : Arief