Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Geger Penemuan Mayat di Semak-Semak, Polres Banjarbaru Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Sheilla Farazela • Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:43 WIB
DALAM PENYELIDIKAN: Kepolisian olah TKP penemuan mayat laki-laki di Guntung Harapan Banjarbaru, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Erik Untuk Radar Banjarmasin)
DALAM PENYELIDIKAN: Kepolisian olah TKP penemuan mayat laki-laki di Guntung Harapan Banjarbaru, Sabtu (27/6/2026).(Foto: Erik Untuk Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARBARU – Sesosok mayat  ditemukan tergeletak di kawasan semak-semak, Sabtu (27/6) pagi.

Mayat berjenis kelamin laki-laki inisial AW itu ditemukan tergeletak dengan posisi telungkup di dekat Pos Kamling di Guntung Harapan, Kota Banjarbaru.

Menindaklanjuti laporan cepat dari masyarakat, jajaran Polres Banjarbaru langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kapolres Banjarbaru melalui Kasat Reskrim AKP Ari Handoyo mengungkapkan, penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui melalui aplikasi layanan darurat 110 Polres Banjarbaru. Begitu menerima notifikasi dari masyarakat, piket gabungan fungsi langsung meluncur ke titik lokasi.

"Pagi tadi dari piket 110 Polres Banjarbaru menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan mayat di semak-semak. Petugas gabungan langsung bergerak cepat menuju TKP," ujar AKP Ari Handoyo.

Saat petugas tiba di lokasi, sebutnya, kondisi korban dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia. 

Berdasarkan pemeriksaan awal dan kondisi fisik jasad di lapangan, korban diperkirakan baru saja mengembuskan napas terakhirnya. 

"Perkiraan kami, korban meninggal dunia sekitar satu hingga dua jam sebelum ditemukan," tambahnya.

Tim Inafis Polres Banjarbaru bersama personel piket dan Polsek setempat langsung menggelar olah TKP secara mendalam. 

Hasilnya, petugas tidak menemukan adanya indikasi janggal pada tubuh korban.

"Setelah dilakukan olah TKP oleh Unit Inafis dan rekan-rekan polsek, bisa dipastikan tidak ditemukan adanya bekas luka luar maupun tanda-tanda kekerasan di sekujur tubuh korban," tegas Ari.

Teka-teki penyebab kematian korban mulai menemui titik terang setelah Polisi meminta keterangan dari pihak keluarga. 

Berdasarkan pihak keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun. 

"Keluarga menyebutkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit epilepsi," beber Kasat Reskrim.

Di sekitar lokasi penemuan jasad, petugas juga sempat mengamankan sejumlah barang yang berada di dekat korban, termasuk sebuah botol.

Namun, Ari meluruskan bahwa benda-benda tersebut bukan merupakan zat berbahaya, melainkan barang pribadi milik korban.

"Untuk botol dan barang-barang lain di sekitar korban itu murni barang fisik milik pribadi. Semuanya sudah kami kumpulkan dan langsung kami serahkan kembali kepada pihak keluarga, termasuk handphone dan pakaian korban," jelasnya.

Lantaran penyebab kematian sudah diyakini akibat penyakit yang diderita dan tidak ditemukannya unsur pidana, pihak keluarga memutuskan untuk tidak memperpanjang pemeriksaan medis. Keluarga korban secara resmi menolak proses pembedahan mayat.

"Pihak keluarga menyatakan menolak untuk dilakukan tindakan visum maupun otopsi. Mereka sudah membuat surat pernyataan resmi. Karena itu, jenazah korban langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman," pungkas AKP Ari Handoyo.

Editor : Fauzan Ridhani
#Guntung Harapan #Penemuan Mayat #epilepsi #polres banjarbaru #banjarbaru