Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Marak Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, Pemko Banjarmasin Pasang 26 Baliho Imbauan

Zulvan Rahmatan • Kamis, 25 Juni 2026 | 08:46 WIB
DIGENCARKAN: DP3A Banjarmasin memasang baliho untuk mendorong laporan tindak kekerasan di Kota Banjarmasin. Titiknya sudah tersebar di 26 kelurahan. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
DIGENCARKAN: DP3A Banjarmasin memasang baliho untuk mendorong laporan tindak kekerasan di Kota Banjarmasin. Titiknya sudah tersebar di 26 kelurahan. (Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Sebanyak 91 perempuan dan anak menjadi korban kekerasan di Banjarmasin dalam lima bulan terakhir. Kesadaran melapor kini menjadi kunci memutus rantai kekerasan.

             ***

BANJARMASIN - KASUS kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama. Hingga Mei 2026, sebanyak 91 korban telah mendapatkan penanganan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin.

Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin menunjukkan jumlah korban mengalami fluktuasi sepanjang tahun ini. Pada Januari tercatat 24 korban, Februari 10 korban, Maret 14 korban, April meningkat menjadi 25 korban, dan Mei sebanyak 18 korban.

Dari total korban yang ditangani, 37 merupakan perempuan dewasa, 34 anak perempuan dan 20 anak laki-laki.

Kekerasan psikis masih menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak dialami korban. Fenomena ini menunjukkan bahwa ancaman terhadap kesehatan mental perempuan dan anak masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.

Pada kelompok perempuan dewasa, tercatat 58 kasus kekerasan. Kekerasan psikis mendominasi dengan 22 kasus, diikuti kekerasan seksual sebanyak 11 kasus, kekerasan fisik 9 kasus, kekerasan ekonomi 9 kasus, enam kasus kategori lainnya, serta satu kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Sementara pada kelompok anak perempuan, tercatat 42 kasus kekerasan. Kategori lainnya menjadi yang terbanyak dengan 13 kasus. Disusul kekerasan psikis dan kekerasan seksual masing-masing 10 kasus, kekerasan fisik 5 kasus, serta kekerasan ekonomi 4 kasus.

Adapun pada anak laki-laki, tercatat 21 kasus kekerasan. Sebagian besar masuk kategori lainnya sebanyak 12 kasus, diikuti kekerasan psikis 5 kasus, kekerasan fisik 2 kasus, dan kekerasan seksual 2 kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA) DP3A Kota Banjarmasin, Miftah Al Hajir mengatakan meningkatnya laporan yang masuk menjadi indikasi bahwa semakin banyak korban maupun masyarakat berani melapor dan mencari bantuan. Menurutnya, pemerintah terus berupaya memperluas akses pelaporan agar kasus kekerasan dapat lebih cepat terdeteksi dan ditangani. “Data tersebut menjadi dasar untuk memperluas sosialisasi pelaporan agar korban segera mendapatkan penanganan,” ujarnya, Rabu (24/6).

Sebagai langkah nyata, DP3A memasang baliho layanan pengaduan di 26 kelurahan yang tersebar di Kota Banjarmasin. Sosialisasi juga dilakukan melalui media sosial dan grup WhatsApp yang menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan.

Miftah menegaskan, perlindungan perempuan dan anak tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. “Semakin banyak yang melaporkan, maka semakin banyak kasus yang dapat diselesaikan,” tegasnya.

Meski target awal pemasangan baliho mencakup seluruh kelurahan, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran. Prioritas diberikan pada wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan kasus kekerasan terhadap anak lebih tinggi.

Melalui penguatan sosialisasi, perluasan akses pengaduan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Pemko Banjarmasin berharap angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat ditekan sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh warga.

Korban Kekerasan Di Banjarmasin 2026

91 Korban Ditangani UPTD PPA Kota Banjarmasin :
* Januari : 24 korban
* Februari : 10 korban
* Maret : 14 korban
* April : 25 korban (tertinggi)
* Mei : 18 korban

58 Kasus Kekerasan pada Perempuan Dewasa :
* Kekerasan Psikis : 22 kasus
* Kekerasan Seksual : 11 kasus
* Kekerasan Fisik : 9 kasus
* Kekerasan Ekonomi : 9 kasus
* Lainnya : 6 kasus
* TPPO : 1 kasus

42 Kasus Kekerasan pada Anak Perempuan :
* Kategori Lainnya : 13 kasus
* Kekerasan Psikis : 10 kasus
* Kekerasan Seksual : 10 kasus
* Kekerasan Fisik : 5 kasus
* Kekerasan Ekonomi : 4 kasus

21 Kasus Kekerasan pada Anak Laki-laki :
* Kategori Lainnya : 12 kasus
* Kekerasan Psikis : 5 kasus
* Kekerasan Fisik : 2 kasus
* Kekerasan Seksual : 2 kasus

Langkah Pemko Banjarmasin :
* Memasang baliho layanan pengaduan di 26 kelurahan
* Sosialisasi melalui media sosial
* Edukasi melalui grup WhatsApp tingkat kelurahan
* Memperluas akses pelaporan kasus kekerasan

Editor: Eddy Hardiyanto

Editor : Arief
#Anak #KDRT #banjarmasin #Perempuan #kekerasan