RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarmasin - Pemadaman listrik bergilir masih berlangsung di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin dan kawasan sekitarnya. PLN UP3 Banjarmasin pun terus memperbarui pengumuman.
Manager PLN UP3 Banjarmasin, Yanuar menjelaskan gangguan dipicu kendala operasional pada sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan yang mengakibatkan penurunan pasokan daya.
Untuk itu, dikatakan, petugas saat ini melakukan pengaturan beban (load shedding) pada sistem interkoneksi sebagai langkah menjaga kestabilan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Meski dampaknya, sejumlah kawasan mengalami pemadaman listrik.
"Upaya percepatan pemulihan terus dilakukan secara terkoordinasi agar pasokan listrik dapat kembali normal secara bertahap," ujarnya, Rabu (24/6/2026) siang.
Di sisi lain, Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Banjarmasin, Isnooredy mengimbau masyarakat lebih berhati-hati menggunakan peralatan yang berpotensi memicu kebakaran, terutama jika terkena pemadaman listrik malam hari.
Menurutnya, jika pemadaman listrik terjadi pada malam hari, warga kerap menggunakan sumber penerangan alternatif seperti lilin.
Selain itu, kelangkapan rumah tangga seperti kompor, instalasi listrik, peralatan elektronik dan berbagai sumber panas lainnya juga dinilai merupakan benda yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
“Sehingga pencegahan lebih diarahkan kepada penggunaan alat-alat tersebut secara aman," jelasnya.
Ia menekankan, upaya pencegahan akan terus dilakukan karena potensi kebakaran umumnya meningkat akibat kelalaian manusia.
"Untuk pencegahan kami terus lakukan setiap ada kesempatan, karena potensi kebakaran akan meningkat saat terjadi kelalaian," tegasnya.
Namun demikian, ditegaskannya, imbauan tersebut tidak hanya dilakukan saat terjadi pemadaman listrik.
Edukasi kepada masyarakat terus digencarkan sebagai bagian dari upaya mitigasi kebakaran.
"Sebenarnya kami sudah mendapat informasi terkait pemadaman listrik. Tapi kami dari Damkar akan selalu mengingatkan warga, tidak terbatas hanya saat pemadaman listrik saja," ungkapnya.
Menurut Isnooredy, Disdamkarmat secara rutin menggelar sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat.
Bentuknya antara lain membagikan stiker berisi pengingat pencegahan kebakaran, melakukan edukasi langsung ke lingkungan warga, hingga memeriksa alat pemadam api ringan (APAR).
Selain itu, pihaknya juga memberikan pelatihan penanganan kebakaran tahap awal.
Masyarakat diajarkan cara memadamkan api secara mandiri menggunakan kain basah maupun APAR sebelum api membesar.
Apabila api tidak dapat dikendalikan, warga diminta segera menghubungi layanan darurat Damkar melalui nomor 112 agar petugas dapat segera melakukan penanganan.
Editor : Arif Subekti