RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, RANTAU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai kembali muncul di Kabupaten Tapin seiring memasuki musim kemarau. Senin (22/6/2026) siang, lahan semak belukar di kawasan Pasar Keraton Raya, Kelurahan Kupang, Kecamatan Tapin Utara, dilalap api.
Asap tebal sempat membumbung dari lokasi sekitar pukul 13.14 Wita dan mengundang perhatian warga sekitar. Beruntung, respons cepat petugas berhasil mencegah api meluas ke area lain yang berpotensi membahayakan permukiman maupun aktivitas masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Tapin, Muhammad Nor, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) begitu menerima laporan kejadian.
"Begitu mendapat informasi, tim segera bergerak melakukan pemadaman. Kami menurunkan dua unit mobil tangki untuk mengendalikan api agar tidak meluas," ujarnya.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan area semak belukar dengan luas sekitar setengah hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam pendalaman.
Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir 40 menit. Setelah seluruh titik api berhasil dikendalikan, tim melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
"Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan. Kondisi di lokasi saat ini sudah aman dan terkendali," kata Muhammad Nor.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, peristiwa ini menjadi sinyal awal meningkatnya potensi karhutla di Tapin. Cuaca panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar.
BPBD Tapin pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan jika menemukan titik api sekecil apa pun.
Pasalnya, dalam kondisi cuaca kering disertai hembusan angin yang cukup kuat, api dari lahan semak belukar dapat dengan cepat menjalar ke area yang lebih luas dan sulit dikendalikan apabila terlambat ditangani.
Editor : Eddy Hardiyanto