RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Banjarbaru - Kondisi drainase di sekitar perempatan Jalan Trikora–Jalan Garuda, Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru menuai keluhan.
Pasalnya, drainase yang berada di tepi jalan tersebut kembali ambles dan menyebabkan sebuah truk bermuatan semen terbalik.
Warga sekitar menilai kejadian itu bukan kali pertama terjadi. Bahkan, kendaraan yang terperosok akibat amblesnya drainase disebut sudah berulang kali terjadi sejak proyek tersebut selesai dikerjakan.
Insiden terbaru terjadi pada Rabu (17/6/2026) sekira pukul 06.30 Wita. Sebuah truk bermuatan semen yang datang dari arah Bundaran Palm berhenti di tepi Jalan Trikora.
Sopir diketahui memarkirkan kendaraan di depan warung untuk membeli minuman.
Namun saat kendaraan berhenti, struktur drainase di bawah truk tiba-tiba ambles hingga membuat kendaraan miring dan akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
“Drainase di bawah truk tiba-tiba ambles. Diduga tidak kuat menahan beban kendaraan yang bermuatan semen sehingga truk langsung miring dan akhirnya terbalik,” ujar warga setempat, Ahdalena, saat ditemui Radar Banjarmasin, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal dan tidak melibatkan kendaraan lain.
“Karena terjadi siang hari, otomatis mengundang perhatian warga yang kegat melihat badan truk terguling akibat ambruknya drainase,” ujarnya.
Hal senada disampaikan relawan emergency Akar Lutim, Raihan. Ia mengatakan truk terperosok tepat di atas drainase yang belum lama selesai dibangun.
“Awalnya truk parkir ke pinggir, namun drainasenya tidak kuat menahan beban sehingga ambruk dan membuat truk jatuh ke sisi kiri jalan. Muatan semen tidak sampai tumpah dan sopir dalam kondisi selamat, hanya mengalami syok,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut sempat menyebabkan kerusakan pada sebuah warung di dekat lokasi kejadian.
“Bagian atap depan bangunan ambruk akibat tertimpa badan truk,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama mengingat beratnya muatan yang dibawa kendaraan.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 13.30 Wita dan baru selesai menjelang sore sekitar pukul 17.00 Wita.
======
Sudah Lima Kali Memakan Korban
Di sisi lain, warga menilai kejadian tersebut menjadi bukti bahwa konstruksi drainase di lokasi masih menyisakan persoalan serius.
Ketua RT 6 RW 6 Kelurahan Landasan Ulin Timur, Suharno, mengatakan warga sejak awal telah menyampaikan keberatan terhadap pembangunan drainase tersebut.
Menurutnya, struktur yang dipasang tidak sesuai dengan kondisi Jalan Trikora yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar.
“Jalan Trikora ini merupakan jalan poros yang setiap hari dilalui kendaraan besar. Menurut kami, drainase yang dipasang tidak sesuai standar untuk menahan beban kendaraan yang parkir di tepi jalan,” ujarnya.
Suharno mengungkapkan, sejak drainase dipasang sudah sekitar lima kali kendaraan terperosok di lokasi yang sama. Jika sebelumnya hanya kendaraan ringan atau mobil kosong, kali ini yang menjadi korban adalah truk bermuatan semen.
“Kalau dihitung, sudah sekitar lima kali kendaraan terperosok sejak drainase ini dipasang. Sebelumnya mobil kosong, sekarang truk bermuatan yang mengalami kejadian serupa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, warga telah melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan.
Berdasarkan informasi yang diterima, instansi terkait berjanji akan melakukan tindak lanjut dan pembenahan.
Ia berharap perbaikan segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar di kemudian hari.
"Kalau tidak segera dibenahi, warga khawatir kejadian serupa akan terus berulang dan suatu saat bisa menimbulkan korban yang lebih besar," pungkas Suharno.
Editor : Arif Subekti