Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Diduga Ada Grup Medsos LGBT Beranggotakan Ribuan Orang di Banjarmasin, Ini Respon Hj Ananda 

Zulvan Rahmatan • Jumat, 19 Juni 2026 | 12:29 WIB
JADI SOROTAN: Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda menanggapi adanya grup diduga beranggotakan penyuka sesama jenis di Banjarmasin.(Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)
JADI SOROTAN: Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj Ananda menanggapi adanya grup diduga beranggotakan penyuka sesama jenis di Banjarmasin.(Foto: Zulvan Rahmatan/Radar Banjarmasin)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BANJARMASIN - Isu LGBT kembali menjadi sorotan. Pemko Banjarmasin merespon dugaan adanya grup penyuka sesama jenis.

Disinyalir, grup tersebut sudah bertumbuh di Kota Seribu Sungai. Anggotanya, tak tanggung-tanggung, bahkan mencapai ribuan orang dalam satu grup.

“Jadi ada beberapa pihak yang menyampaikan di grup itu ada 3 ribu sampai 6 ribu anggota,” ujar Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menyampaikan hasil rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banjarmasin, Kamis (18/6/2026) petang.

Meski demikian, Ananda menegaskan belum ada data konkret terkait keberadaan grup LGBT tersebut. Acuan sementara hanya berdasarkan yang beredar di sosial media (media sosial).

Namun, bukan berarti dugaan keberadaan grup LGBT diabaikan. Paling jelas, fenomena ini akan berdampak pada kualitas kesehatan pelaku. 

Ia menyebut tren peningkatan kasus HIV pada 2025 di Kota Banjarmasin menunjukkan data yang signifikan. Faktor terbesar dipicu fenomena Lelaki Suka Lelaki (LSL). 

“Otomatis ini juga termasuk LGBT, penyumbang terbesar dari LSL,” ucap Ananda.

Selain itu, ia juga membeberkan hasil rapat bersama Fokopimda, termasuk unsur organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. 

Langkah tersebut dilakukan guna mencari solusi terbaik terhadap dampak LGBT di Kota Banjarmasin. 

“Hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait," sampainya.

Sementara ini, Ananda menjelaskan terdapat dua langkah utama yang menjadi perhatian dalam penanganan persoalan tersebut. 

Pertama, memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai LGBT melalui edukasi yang tepat.

"Kedua, bagi mereka yang sudah terpapar atau mengidentifikasi diri sebagai LGBT, perlu dipikirkan langkah pendampingan agar dapat kembali kepada identitas dirinya," katanya.

Ia berharap generasi muda di Kota Banjarmasin semakin memahami dan menyadari identitas dirinya sehingga terhindar dari berbagai pengaruh yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat.

“Jadi, itu yang harus bisa kita rumuskan bersama Forkopimda, ada banyak saran yang menjadi perhatian,” tutup Ananda.

Editor : Fauzan Ridhani
#wakil wali kota banjarmasin #penyuka sesama jenis di Banjarmasin #kota seribu sungai #pemko banjarmasin #lgbt