RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, BATULICIN - Jalur menuju kolam retensi di Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, kini ditutup total oleh pemerintah desa. Akses masuk ke kawasan tersebut dipasangi pagar kawat berduri dan lembaran seng guna mencegah warga, terutama anak-anak, memasuki area yang dinilai berbahaya.
Pantauan di lapangan, Kamis (18/6/2026), menunjukkan lembaran seng menutupi pintu masuk utama menuju kolam retensi. Sementara itu, pagar kawat berduri dipasang mengelilingi kawasan kolam sebagai bentuk pengamanan tambahan.
Kepala Desa Barokah, Markuat, mengatakan langkah tersebut diambil untuk mencegah terulangnya insiden tragis yang pernah terjadi di lokasi itu. Sebelumnya, pemerintah desa hanya memasang papan imbauan dan larangan beraktivitas di sekitar kolam. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup efektif.
"Kolam dipagar kawat berduri, pintu utama dipagar seng," ujar Markuat saat dikonfirmasi.
Menurutnya, penutupan akses dilakukan demi keselamatan masyarakat. Area kolam retensi memiliki kedalaman yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang dewasa.
Pemerintah desa juga tetap memasang papan peringatan larangan beraktivitas di sekitar kolam dan mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.
Markuat berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut sebagai langkah pencegahan agar tidak ada lagi korban jiwa di kawasan kolam retensi.
Langkah penutupan ini dilakukan setelah peristiwa tenggelamnya seorang bocah berusia 10 tahun, Oktovelo Kandy Irawan, warga Desa Barokah. Korban dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya pada Ahad (7/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.
Setelah pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan, korban akhirnya ditemukan pada pukul 18.20 Wita sekitar 10 meter dari titik awal diduga tenggelam. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Editor : Eddy Hardiyanto