RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Kejadian diduga tabrak lari yang menimpa KM Mega Harapan di perairan Labuan Mas mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif, Rabu (17/6/2026).
Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Abu Suwandi menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan tabrak lari ini hingga tuntas.
Kepada Radar Banjarmasin, legislator yang dikenal sangat peduli terhadap nasib para nelayan ini menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas hilangnya sejumlah nelayan serta jatuhnya korban jiwa dalam insiden maut tersebut.
Apalagi, hingga saat ini kapal besar misterius yang menabrak perahu nelayan itu belum juga teridentifikasi.
"Untuk sementara, kita semua masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian seperti apa di lapangan," ujar Abu Suwandi.
Namun, ia menegaskan tidak akan tinggal diam melihat warganya menjadi korban di laut sendiri.
Abu Suwandi berjanji akan mengawal penuh perkembangan penanganan kasus ini demi memastikan keadilan bagi para korban dan keluarganya.
“Saya tidak mau nelayan di Kotabaru merasa dirugikan. Terlepas dari bagaimana situasi di lapangan nanti dan siapa yang salah, yang pasti yang menjadi korban di sini adalah nelayan kita sendiri,” tegasnya.
Politikus ini juga memberikan garansi bahwa dirinya akan turun tangan langsung untuk menuntut pertanggungjawaban dari pihak penabrak begitu identitas kapal misterius tersebut berhasil diungkap oleh aparat hukum.
“Saya berjanji, setelah nanti kita ketahui siapa penabraknya, saya akan turun langsung mengawal ini dan meminta pertanggungjawaban. Mengingat kerugian yang dialami nelayan kita sangat besar, apalagi di sini ada nyawa yang hilang,” pungkasnya.
Sebelumnya, suasana haru mewarnai RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS) Kotabaru saat ambulans yang membawa jenazah juragan KM Mega Harapan, Muhammad Alwi (40), beserta lima ABK selamat tiba pada Selasa (16/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 WITA. Ambulans tersebut menempuh perjalanan darat selama 2,5 jam dari Desa Labuan Mas.
Berdasarkan pemeriksaan medis awal, Alwi meninggal dunia dengan luka parah berupa patah tulang hidung dan luka dalam di bagian mata akibat benturan keras.
Sementara itu, para ABK yang selamat tampak terduduk lemas di koridor rumah sakit dengan kondisi psikologis yang terguncang hebat.
Salah satu ABK, Alimuddin (43), bahkan harus mendapat perawatan akibat luka robek di lutut, serta luka bakar yang diduga akibat tersiram air dan minyak panas saat kompor di dapur kapal terbalik sewaktu tabrakan terjadi.
Pemilik kapal, Rulli Dandi yang juga kerabat korban meninggal, berharap besar agar kapal penabrak yang diduga berbahan besi dengan corak warna putih-biru itu dapat segera ditemukan. Terlebih, hingga saat ini satu ABK bernama Gilang (23) masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.
Proses otopsi jenazah Muhammad Alwi dikawal ketat oleh belasan pihak keluarga hingga menjelang tengah malam, sebelum akhirnya jenazah dibawa menuju rumah duka di Desa Hilir Muara.
Editor : Fauzan Ridhani