Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Amukan Gelombang di Musim Tenggara, Sejumlah Nelayan Kotabaru jadi Korban

Jumain Radar Banjarmasin • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:42 WIB
PEMANTAUAN: Satpolairud Polres Kotabaru melakukan patroli di laut Kotabaru.(Foto: Arsip Satpolairud Polres Kotabaru) 
PEMANTAUAN: Satpolairud Polres Kotabaru melakukan patroli di laut Kotabaru.(Foto: Arsip Satpolairud Polres Kotabaru) 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU – Suasana duka dan kecemasan mendalam menyelimuti perkampungan nelayan di Desa Rampa dan Desa Hilir Muara, Kabupaten Kotabaru, Rabu (17/6/2026).

Dalam tiga hari belakangan, laut Kotabaru memakan korban. Dua nelayan dinyatakan hilang dalam dua insiden tragis di tengah laut.

Memasuki hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan masih terus berjibaku menerjang ombak besar demi menemukan keberadaan kedua korban.

Rentetan musibah ini dimulai pada Minggu (14/6/2026) pagi di sekitar perairan Senakin. Sebuah perahu nelayan asal Desa Rampa disambar petir saat melaut. 

Dalam insiden tersebut, ada dua nelayan di atas kapal, satu orang berhasil selamat namun harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Sementara, satu nelayan lainnya terpental dan hilang di laut.

Belum mereda syok warga, musibah kedua kembali terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi di perairan Labuan Mas. 

Kali ini, sebuah kapal nelayan berisi 7 orang hancur terbelah dua setelah ditabrak oleh kapal berukuran besar. 

Dari total tujuh orang di kapal tersebut, lima orang dinyatakan selamat, satu orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan satu nelayan lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Saat dikonfirmasi, Radar Banjarmasin melalui telepon WhatsApp, Rabu (17/6/2026), Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M Tanjung melalui Kasat Polairud Polres Kotabaru, AKP Mohammad Zaini membenarkan bahwa proses pencarian di lapangan masih terus berjalan secara intensif.

"Saat ini sudah masuk pencarian hari ketiga (untuk kejadian pertama, red). Untuk insiden tabrakan yang terjadi malam hingga pagi hari tadi, kami juga langsung bergerak cepat melakukan pencarian bersama rekan-rekan dari Angkatan Laut dan Basarnas dibantu nelayan setempat," ujar Zaini.

Zaini mengungkapkan kendala utama di lapangan saat ini adalah faktor alam. Wilayah perairan Kotabaru sedang memasuki puncak musim tenggara, yang dikenal sangat dihindari oleh para pelaut lokal karena keganasannya.

"Sekarang masih musim tenggara, dan gelombang sedang besar-besarnya di laut," tambahnya.

Demi memaksimalkan upaya evakuasi, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Satpolairud Polres Kotabaru, serta dibantu oleh para nelayan setempat terus menyisir titik koordinat kejadian demi menemukan dua korban yang tersisa.

Berkaca dari musibah berturut-turut yang membawa duka bagi masyarakat Desa Rampa dan Hilir Muara ini, AKP Mohammad Zaini mengimbau dengan keras agar para nelayan menahan diri dan lebih waspada.

"Kami mengimbau para nelayan agar lebih berhati-hati. Jangan nekat melaut kalau kondisi gelombang dan cuaca sedang ekstrem seperti sekarang. Utamakan keselamatan, ingat ada keluarga yang menunggu di rumah," tegasnya.

Jika masih nekat melaut, nelayan diminta sedia dan menggunakan jaket pelampung.

“Kami juga berduka, kami meminta doanya juga kepada masyarakat Kotabaru agar nelayan yang hilang bisa cepat ditemukan,” tutupnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#nelayan hilang #perairan senakin #Musim tenggara #kecelakaan kapal kotabaru #kabupaten kotabaru