Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Nelayan Rampa Kotabaru Tersambar Petir di Senakin ! Hingga Hari Ini Belum Ditemukan

Jumain Radar Banjarmasin • Senin, 15 Juni 2026 | 12:56 WIB
ARAHAN: Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang tersambar petir di perairan Kotabaru.
ARAHAN: Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan hilang tersambar petir di perairan Kotabaru.

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, KOTABARU - Upaya pencarian terhadap Maliki (42), nelayan asal Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru, masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Hingga memasuki hari kedua pencarian, Senin (15/6/2026), korban belum berhasil ditemukan.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 08.00 WITA di perairan Senakin. Saat itu, Maliki bersama seorang rekannya tengah melaut ketika cuaca tiba-tiba berubah drastis.

Di tengah aktivitas menangkap ikan, petir tiba-tiba menyambar kapal yang mereka gunakan. Sambaran tersebut membuat kedua nelayan terpental dan jatuh ke laut.

Rekan korban berhasil menyelamatkan diri dengan kembali naik ke atas kapal dan segera melaporkan kejadian tersebut. Namun nahas, Maliki hilang dan diduga terseret arus laut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan hingga saat ini seluruh unsur SAR gabungan masih terus melakukan pencarian secara maksimal.

"Hingga hari ini korban masih dalam pencarian. Seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya secara maksimal dengan mengoptimalkan metode penyisiran di permukaan air maupun pemantauan di sekitar area kejadian," ujarnya.

Meski kondisi cuaca saat pencarian terpantau cerah dan cukup bersahabat, luasnya wilayah perairan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

Untuk meningkatkan peluang penemuan korban, area pencarian diperluas dari titik awal korban dilaporkan jatuh ke laut. Penyisiran dilakukan berdasarkan analisis arah arus dan pergerakan angin.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kotabaru, Polair, BPBD Kotabaru, serta nelayan setempat, dikerahkan penuh dalam operasi tersebut. Berbagai peralatan pendukung seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), perlengkapan selam, dan peralatan water rescue turut digunakan.

Basarnas juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut guna menghindari kejadian serupa.

"Kami menghimbau kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas. Jika cuaca mulai memburuk, sebaiknya segera menepi," tutup Putu.

Editor : Eddy Hardiyanto
#Kotabaru #Nelayan Rampa #Senakin #tersambar petir