Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Isi Rekaman Pemicu Kasus Pemukulan Guru MAN 1 Tabalong Terkuak, Pelaku Emosi karena Korban Diduga Berkata Kasar Menjelekkan Ulama dan Habaib

Ibnu Dwi Wahyudi • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:27 WIB
Ilustrasi kasus dugaan pemukulan.(Foto: iStock)
Ilustrasi kasus dugaan pemukulan.(Foto: iStock)

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, TANJUNG - Isi rekaman penyebab terjadinya kasus pemukulan terhadap IS (42), seorang guru akidah ahlak MAN 1 Tabalong akhirnya terkuak. 

Kepada wartawan, MB, terduga pelaku pemukulan tersebut, membuka isi rekaman saat IS memberikan nasehat kepada muridnya berinisial MR.  

Dalam rekaman, IS diduga menyebutkan MB dengan kata-kata kasar yang tidak sepantasnya disampaikan guru di hadapan murid. 

Lebih parah, ada perkataan IS yang diduga menjelekan para habaib dan seorang ulama kharismatik Tabalong yang sudah meninggal dunia. 

Mendengar rekaman itu, membuat MB naik pitam dan diduga secara spontan melayangkan telapak tangannya ke wajah IS. Namun, IS menangkis dengan kedua tangannya. "Saya tampar dalam keadaan tidak sadar karena sudah emosi," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

MB menceritakan sebelumnya IS sudah pernah bermasalah dengan kasus serupa dan berjanji tidak mengulangi lagi setelah disidang di Polres Tabalong. Tapi, ternyata IS kembali mengulangi kesalahannya saat memberikan nasehat kepada salah satu siswa MAN 1 Tabalong berinisial MR (17) yang merupakan rekan MB.

MB juga menegaskan meminta MR merekam perkataan IS saat memberikan nasehat gara-gara tidak menyetorkan hafalan. 

Perekaman itu dilakukan MR karena merasa resah mendapatkan pengajaran yang tidak semestinya dari IS dan menjelekan MB. 

Karenanya, untuk membuktikan perkara tersebut, MB meminta MR menunjukkan bukti rekaman kepadanya, agar tidak ada sangkaan semata.

MB mengakui merasa geram setelah mendengar rekaman tersebut. Namun, MB merasa perlu melakukan klarifikasi lagi ke IS terkait pernyataan tersebut. MB kemudian mendatangi MAN 1 Tabalong untuk menemui IS secara langsung, namun tidak ketemu. Saat itu, MB hanya bertemu dengan Kepala Sekolah MAN 1 Tabalong.

Lalu, MB menuju ke rumah Ketua RT di kediaman IS agar minta didampingi bertemu IS, namun juga tidak berhasil. Akhirnya, keduanya dipertemukan di Mapolsek Murung Pudak untuk mediasi.

Menurut MB, di hadapan Polisi, IS banyak beralasan dan bertele-tele menerangkan rekaman nasehatnya kepada anak didiknya, yang kemudian terjadi pemukulan. 

MB pun mengakui perbuatannya dan menyatakan siap menghadapi proses hukum. "Saya mengakui saya salah karena memukul, saya siap. Kalau mau diproses silahkan, kalau mau mediasi silakan" ujarnya.

Dalam peristiwa ini, Ia turut melaporkan IS ke Polres Tabalong atas dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian.

"Saya datang ke sana (Mapolres Murung Pudak, red), saya mengadu pencemaran nama baik. Orang ini  (IS) sering mengucapkan ujaran kebencian, karena saya banyak bukti ucapannya," terangnya.

Meski begitu, MB tetap membuka pintu maaf apabila IS mengakui perbuatannya, sembari menegaskan siap juga menerima jalur hukum, dengan syarat IS juga tidak mengulangi perkataannya. "Saya minta jangan diulangi dan akui kesalahannya," katanya.

Selain itu, MB meminta kebijaksanaan dan Ketegasan Kepala Sekolah MAN 1 Tabalong dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tabalong agar memberikan sanksi kepada IS atas kasus ini. 

"Kepada pihak Kepolisian, terutama Polsek Murung Pudak atas peristiwa tersebut saya memohon maaf. Saya reflek tanpa disengaja," cetusnya.

Editor : Fauzan Ridhani
#MAN 1 Tabalong #kasus pemukulan Guru MAN 1 Tabalong #Mapolsek Murung Pudak #isi rekaman #Kabupaten Tabalong