RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, PARINGIN - Jagat maya di Kabupaten Balangan mendadak heboh. Sejumlah warga mengeluhkan kendaraannya tiba-tiba mogok setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di SPBU 64.714.02 Paringin, Jumat (12/6/2026) sore. Usut punya usut, tenyata ada campuran air di dalam tangki BBM kendaraan mereka.
Salah satu korban, Abdillah menceritakan nasib apes yang menimpanya. Ia mengaku motornya mendadak mati mesin setelah melaju sekitar tiga kilometer dari SPBU tersebut.
Lantaran curiga, ia segera membawa motornya ke bengkel terdekat. Benar saja, saat diperiksa oleh mekanik, Pertalite di dalam tangki motornya ternyata bercampur air. Bahkan, insiden ini dikabarkan tak hanya menimpa kendaraan roda dua milik warga, sebuah mobil ambulans juga mogok usai mengisi Pertalite di SPBU yang sama.
Mengetahui hal tersebut, Abdillah langsung kembali ke SPBU untuk melayangkan komplain. Pihak SPBU merespons keluhan itu dan memberikan kompensasi. Namun, ganti rugi yang diberikan hanya sebatas pengembalian nominal uang sejumlah Pertalite yang diisi. Sementara, biaya jasa mekanik untuk menguras tangki motor terpaksa harus ditanggung sendiri oleh Abdillah.
Dikonfirmasi terkait insiden ini, manajemen SPBU 64.714.02 Paringin akhirnya buka suara. Perwakilan SPBU, M Aulia secara terbuka membenarkan adanya insiden BBM bercampur air tersebut.
"Berdasarkan identifikasi awal kami, kemungkinan ini karena faktor hujan, sehingga terjadi rembesan air yang masuk," terang Aulia.
Menyikapi hal tersebut, Aulia menegaskan pihaknya mengambil langkah cepat. Tangki pendam yang terindikasi kemasukan air telah dikuras habis. Selain itu, pihak SPBU juga langsung melakukan perbaikan fisik berupa pengecoran ulang di area yang rawan rembesan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Sudah ada upaya pembersihan. Saat ini penjualan sudah kembali normal," tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, manajemen menetapkan kebijakan baru terkait operasional saat cuaca buruk. Jika hujan turun dengan intensitas tertentu, aktivitas penjualan BBM akan dihentikan sementara waktu dan baru dibuka kembali setelah kondisi dipastikan benar-benar aman.
Aulia juga mengimbau kepada masyarakat yang merasa dirugikan untuk tidak ragu melapor ke pihak SPBU. Namun, ia memberi catatan agar keluhan tersebut disertai dengan bukti yang jelas.
"Untuk masyarakat, kalau memang ada keluhan setelah mengisi BBM, silakan segera laporkan ke kami dengan membawa bukti. Kami pastikan akan tetap menjaga pelayanan maupun kualitas. Masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.
Editor : Fauzan Ridhani