Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Hilangnya Perempuan di Kabupaten Banjar Masih Misterius, Tak Ada Petunjuk Korban Tenggelam

M Fadlan Zakiri • Jumat, 12 Juni 2026 | 16:25 WIB
PENCARIAN: Tim SAR dari DPKP Kabupaten Banjar saat melakukan pencarian terhadap Nurhasanah di Sungai Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Senin (8/6/2026). (DPKP BANJAR)
PENCARIAN: Tim SAR dari DPKP Kabupaten Banjar saat melakukan pencarian terhadap Nurhasanah di Sungai Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Senin (8/6/2026). (DPKP BANJAR)
RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM, Martapura - Hilangnya Nurhasanah binti Ardian atau NBA (50), warga Desa Rantau Nangka, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, masih menyisakan tanda tanya.
Hingga operasi pencarian dihentikan setelah tiga hari, tim gabungan belum menemukan petunjuk yang dapat memastikan korban benar-benar tenggelam di Sungai Rantau Nangka.
Fakta tersebut diungkapkan Kabid Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar, M Kasyaf R, berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan bersama Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur gabungan lainnya.
Menurut Kasyaf, informasi awal yang diterima petugas hanya berasal dari keterangan seorang saksi mata yang merupakan penyandang tunawicara.
Hingga pencarian berakhir, petugas juga tidak menemukan barang bukti yang dapat menguatkan dugaan korban tenggelam.
"Hingga pencarian berakhir, belum ditemukan petunjuk maupun barang bukti pendukung yang dapat memastikan keberadaan korban selain keterangan dari saksi mata," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).
Karena itu, lanjut dia, tim gabungan belum dapat memastikan apakah korban benar-benar hilang di area sungai atau berada di lokasi lain.
"Informasi awal yang diterima memang masih terbatas. Oleh sebab itu, keberadaan korban belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan yang ada," katanya.

Debit Air Surut Hambat Pencarian

DPKP Kabupaten Banjar menerima laporan dugaan orang tenggelam dari masyarakat pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 16.00 Wita.
Laporan tersebut disampaikan oleh warga Desa Rantau Nangka melalui layanan darurat dan WhatsApp Group Emergency.
Menindaklanjuti laporan itu, Regu Piket Peleton II DPKP Kabupaten Banjar langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan lima personel. Satu unit kendaraan operasional Triton, satu unit perahu polyethylene, serta peralatan water rescue.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan observasi lapangan, mengumpulkan informasi dari warga sekitar, dan berkoordinasi dengan instansi terkait sebelum bergabung dalam operasi pencarian bersama tim gabungan.
Kasyaf mengungkapkan, proses pencarian juga menghadapi kendala berupa kondisi debit air sungai yang surut sehingga menyulitkan penyisiran di permukaan air.
Meski demikian, tim gabungan tetap melakukan pencarian dengan menyisir aliran sungai hingga sekitar lima kilometer dari titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh.
"Debit air yang surut menjadi salah satu kendala selama proses pencarian di lapangan," ujarnya.

Operasi Dihentikan Setelah Tiga Hari

Nurhasanah sebelumnya dilaporkan hilang setelah diduga terpeleset saat mencari rebung di sekitar bantaran Sungai Desa Rantau Nangka pada Minggu (7/6/2026) sore.
Operasi pencarian melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Unit Siaga SAR Tapin, Polsek Sungai Pinang, BPBD Kabupaten Tapin, DPKP Kabupaten Banjar, TRT Tapin, relawan, keluarga korban, dan masyarakat setempat.
Setelah tiga hari pencarian tanpa hasil, Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian pada Kamis (11/6/2026).
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta pihak keluarga korban.
"Hingga hari ketiga korban belum ditemukan, sehingga berdasarkan hasil evaluasi bersama operasi SAR dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan," katanya.
Menurut Putu, operasi SAR dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk baru yang mengarah pada keberadaan korban.
Meski operasi pencarian telah berakhir, pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan oleh pihak terkait bersama masyarakat setempat.
Editor : Sutrisno
#martapura #Banjar