Advertorial Banua BanuaPedia Basket Beauty Bisnis Bola Ekspedisi Ramadan Event Feature Female Gadget Hukum & Peristiwa Kesehatan Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Politik Radar Kota Ragam Info Religi Sastra Tahulah Pian

Mengubah Anggapan Catcalling Hanya Candaan, Ahmad Nasa’i Turun Langsung Edukasi Remaja

M Akbar Radar Banjarmasin • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:53 WIB
SUMBER: Ahmad Nasa’i 
Mahasiswa HSU penggagas Program AMAN (Ayo Cegah Pelecehan Seksual untuk Lingkungan Aman). (Foto: Istimewa)
SUMBER: Ahmad Nasa’i  Mahasiswa HSU penggagas Program AMAN (Ayo Cegah Pelecehan Seksual untuk Lingkungan Aman). (Foto: Istimewa)

 

RADARBANJARMASIN.JAWAPOS.COM
AMUNTAI – Kepedulian terhadap keselamatan dan masa depan generasi muda mendorong Ahmad Nasa’i mengambil peran lebih dari sekadar mahasiswa. Di tengah masih rendahnya pemahaman remaja mengenai pelecehan seksual, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai tersebut menggagas Program AMAN (Ayo Cegah Pelecehan Seksual untuk Lingkungan Aman).

Program yang diinisiasinya itu menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan remaja untuk mengenali berbagai bentuk pelecehan seksual sekaligus memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghormati.

Ahmad Nasa’i mengatakan, masih banyak kalangan remaja yang memandang pelecehan seksual hanya sebatas tindakan fisik. 

Padahal, berbagai perilaku verbal maupun nonverbal yang membuat seseorang merasa tidak nyaman juga termasuk bentuk pelecehan yang perlu diwaspadai.

"Masih banyak anak dan remaja yang menganggap perilaku seperti catcalling hanya candaan. Padahal, tindakan tersebut dapat berdampak psikologis dan membuat korban merasa tidak aman," ujarnya pada media ini, Kamis (11/6). 

Berangkat dari kondisi tersebut, pemuda asal Hulu Sungai Utara itu menginisiasi kegiatan edukasi yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) HSU dan beberapa forum remaja lainnya.

Kegiatan tersebut diikuti anak-anak dan remaja dari berbagai wilayah.
Dalam pelaksanaannya, Program AMAN dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, hingga sesi tanya jawab. Peserta diajak memahami bentuk-bentuk pelecehan seksual, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan tersebut.

Bagi Ahmad Nasa’i, pencegahan pelecehan seksual tidak dapat dibebankan kepada korban ataupun aparat penegak hukum semata. Menurut dia, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Karena itu, edukasi menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran sejak usia dini. Ia berharap generasi muda tidak hanya memahami bahaya pelecehan seksual, tetapi juga berani bersikap ketika menemukan tindakan yang merugikan orang lain.
Mahasiswa yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial tersebut meyakini perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana.

Melalui Program AMAN, ia ingin menumbuhkan keberanian anak-anak dan remaja untuk bersuara, saling menghormati, dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan kesadaran bersama," tuturnya.

Lewat gerakan yang digagasnya, Ahmad Nasa’i menunjukkan bahwa peran generasi muda tidak hanya terbatas pada ruang akademik. Melalui aksi nyata dan kepedulian sosial, ia berupaya menghadirkan ruang yang lebih aman bagi anak-anak dan remaja di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Editor : Arif Subekti
#catcalling #program aman #HSU #pelecehan seksual